Scroll to Top

BNP2TKI, Pria yang Diharapkan menjadi TKI, Bukan Wanita

By C Novita / Published on Tuesday, 10 Dec 2013

TKI

BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) menyarankan untuk kaum wanita yang ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negri sebaiknya kembali berfikir ulang dengan niat tersebut. TKI sebaiknya dilakoni oleh kaum pria saja, dan kaum wanita menjaga anak serta rumah mereka di tanah air. Bila berniat bekerja pun, sebaiknya di Indonesia saja.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rohyati Sarosa, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, di lapangan Desa Kebun Duren, Kabupaten, Blitar, Jatim, Sabtu 07/12/2013 lalu.

Pernyataan tersebut dilontarkannya pada acara Sosialisasi Program Penempatan dan Perlindungan TKI Melalui Media Tradisional “Bersama TKI Membangun Negeri”.

“Ini prinsip, kaum pria itu pahlawan keluarga dan juga pahlawan devisa jika mereka menjadi TKI bekerja ke luar negeri,” kata Rohyati seperti dilansir oleh Beritasatu (8/12).

Ia juga berkata bahwa adalah kewajiban bagi kaum pria untuk mencari nafkah, bukan harus dibebankan pada kaum wanita.

Perginya kaum wanita untuk menjadi TKI memiliki berbagai resiko yang merugikan bagi banyak pihak. Antara lain keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan akan terlantar serta tidak terurus dengan baik. Banyaknya kasus perselingkuhan suami yang ditinggalkan oleh istrinya ke luar negri. Juga tingginya angka perceraian, perkosaan, serta angka kriminalitas yang dialami oleh TKI wanita selama ini.

“TKI perempuan itu rentan bermasalah. Oleh karena itu sebaiknya yang menjadi TKI bekerja ke luar negeri sebaiknya kaum pria saja,” tegas Rohyati.

Namun tentu saja pemerintah (BNP2TKI) tak berhak melarang bila ada warga negara yang hendak mencari nafkah ke luar negri. Hanya saja kualitas TKI diharapkan untuk diperbaiki lebih dahulu. Menjadi TKI formal dan berkualitas dengan keahlian tertentu akan membuat mereka lebih dihargai dan mampu mengangkat martabat bangsa juga, lanjut Rohyati menutup penjelasannya.

Pic: Lintas.media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda