Scroll to Top

5 Alasan Mengapa Wanita Memilih Tetap Melajang

By C Novita / Published on Wednesday, 11 Dec 2013

wanita lajang

Saat ini banyak kita jumpai wanita dengan usia matang dan kehidupan mapan yang masih tetap betah hidup sendiri tanpa adanya pasangan atau suami. Biasanya wanita-wanita tersebut hidup di wilayah perkotaan yang tak begitu keras menuntut seorang wanita untuk segera menikah. Bila dilihat kembali penyebabnya, sebenarnya bukan hanya masalah jodoh yang belum bertemu, namun ada alasan lain yang bisa jadi melatarbelakangi para wanita tersebut untuk tak segera mengakhiri masa lajangnya.

Sebenarnya apa sih, alasan wanita memilih untuk tetap hidup melajang di usia dewasa? Ini diantara 5 alasannya:

  • Obsesi jodoh sempurna. Wanita selalu punya obsesi mengenai jodoh yang mereka dambakan. Ini biasanya dipengaruhi pada dongeng mengenai putri dan pangeran tampan, kaya raya, serta baik hati. Disadari atau tidak, wanita yang masih betah melajang biasanya menunggu sosok pangeran tampan ini.
  • Cinta lama masih berbekas. Wanita biasanya mempunyai sebuah kenangan pada cinta lama yang sulit untuk dilupakan. Bila mereka merasa cocok dan klik dengan cinta lama yang gagal itu, dan belum dapat menemukan cinta baru yang pas, maka ia akan memilih untuk tetap sendiri.
  • Menanti belahan jiwa. Wanita banyak yang percaya pada mitos belahan jiwa yang benar-benar sesuai dengan keinginan mereka. Figur belahan jiwa ini biasanya muncul di novel romantis, film romantis, dan kisah-kisah dongeng yang tentu saja sangat jarang terjadi di kehidupan nyata.
  • Masih takut pada komitmen. Sebuah pernikahan bisa jadi sebuah hal yang penuh komitmen menakutkan untuk beberapa orang. Wanita yang menikah harus mengurus rumah tangga, mengandung, melahirkan, mendidik anaknya, mengurus suami, dan berbagai beban berat lain. Ini cukup menakutkan bagi sebagian wanita.
  • Belum siap jadi ibu. Naluri setiap wanita sebenarnya adalah menjadi ibu. Namun ada berbagai alasan yang bisa menjadi penyebab seorang wanita belum siap atau tak mau menjadi seorang ibu. Bisa jadi karena trauma dimasa lalu, atau hal lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda