Galau

Kelihaian Mario Teguh dalam berkata-kata, buat kita semua terpana. Tak hanya kata bijak, kata galau dan kata sindiran beliau pun banyak dicari. Tak cukup jika julukan super sekali tersemat pada sosok Mario Teguh.

Kata-kata galau, cocok bagi mereka yang sedang dirudung kegalauan tingkat ‘dewa’. Tak tahu harus lakukan apa sebab sudah terjangkit rasa galau dosis tinggi. Kata-kata sindiran pas untuk mereka yang kerap teraniaya namun tak pandai dalam mengungkapkan perasaannya.

Sedangkan kata bijak, adalah kata-kata yang mencerahkan untuk melipatgandakan semangat hidup. Berikut tiga kumpulan kata-kata Mario Teguh di atas.

Kata-kata Galau Mario Teguh

“Menunggu cinta mu seperti menunggu bus DAMRI jurusan kuburan, yang gak akan pernah datang walau ditunggu 1.000 tahun.”

“Korban penipuan tak seberapa rasanya, korban kecelakaan tak parah deritanya, namun jika korban perasaan tak terkira sakitnya.”

“Cinta memang rumit, kadang menyenangkan kadang menyakitkan, kadang tak sesuai kenyataan, ibarat donat tak bolong tengahnya.”

“Sekarang susah nyari yang setia apalagi yang tulus. Yang berkulit mulus aja suka selingkuh apalagi yang kasar.”

“Jangan kau berucap maaf, sebab itu tak ada gunanya. Jika maaf berguna, apa tugas polisi dan tentara.”

Kata-kata Sindiran Mario Teguh

“Tidak semua cowok seperti Rommi Raffael. Jangan harap aku bisa baca fikiran kamu hanya dengan melihat wajahmu yang manyun.”

“Hari Minggu waktunya istirahat setelah enam hari sibuk bekerja. Jangan harap seharian ini ini aku sudi jadi pendampingmu jalan-jalan ke mall.”

“Lebih baik mendengar suara bom, guntur, geledek, petir, atau gunung meletus daripada mendengar suara tangismu yang buat aku tak bisa berbuat apa-apa.”

“Jangan tanya ke aku jika kamu gendut. Tanyalah ke cermin, sebab ia adalah sosok paling jujur di dunia ini.”

“Jika ajak berdebat gunakan logika. Tak ada dalam kamus berdebat pakai hati dan perasaan.”

Kata Bijak Mario Teguh

“Membawa tugas membahagiakan keluarga adalah beban yang ringan karena Anda mencintai mereka.”

“Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai mereka yang mencintaiku.”

“Apa pun yang tidak akan menjadikan Anda kuat dan mandiri di masa depan, tinggalkan.”

“Tidak sedikit orang yang galau, karena keinginan besarnya duduk di atas keberaniannya yang kecil.”

“Keberanian adalah harga yang harus kita bayar untuk hidup dengan kuat dan mapan.”