Scroll to Top

PSSI Dikritik Karena Loloskan Klub Bermasalah ke ISL 2014

By Aditya / Published on Thursday, 12 Dec 2013

Keputusan PSSI yang tetap meloloskan sejumlah klub yang masih bermasalah dengan persoalan finansial dalam proses verifikasi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 mendapat kritikan dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Menurut APPI, tindakan PSSI ini justru akan membuat klub semakin tidak profesional di masa mendatang.

“Soal verifikasi, APPI berpendapat bahwa memberikan toleransi untuk tidak mengindahkan semua surat licensing FIFA tidaklah membuat klub-klub sepakbola menjadi lebih profesional, bahkan bisa berdampak sebaliknya,” ujar Ketua APPI, Valentino Simanjuntak, belum lama ini.

“Penekanan kepada aspek finansial juga tidak dilakukan, di mana dengan tegas menolak klub-klub yang masih memiliki permasalahan finansial. Dalam kapasitas kami masalah tersebut berhubungan dengan tunggakan gaji pemain,” lanjutnya.

Ada 9 klub yang masih bermasalah dengan tunggakan gaji pemain maupun mantan pelatih atau staf. Kesembilan klub tersebut yaitu Sriwijaya FC, Arema Indonesia, Pelita Bandung Raya (PBR), Persela Lamongan, Persepam Madura United, Persik Kediri, Perseru Serui , Persiba Bantul, dan Persijap Jepara.

“PSSI baru memiliki tekad untuk membuat liga musim depan menjadi profesional tetapi belum dengan tindakan, karena sudah jelas APPI memberikan laporan maupun gugatan kepada klub-klub tersebut namun masih diloloskan,” tandas Valentino Simanjuntak.

“Langkah selanjutnya kami akan terus melindungi kepentingan pesepakbola yang terkait dengan hasil verifikasi ini, kongkritnya kami masih akan berkoordinasi dan menunggu waktu 7 hari yang disampaikan Sekjen PSSI untuk melaporkan klub yang masih utang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda