Scroll to Top

Facebook Mulai Bangun Pusat Data Terbesar Kedua

By Aisyah Indarsari / Published on Wednesday, 05 Oct 2011

Memfasilitasi banyaknya jumlah pengguna Facebook di seluruh dunia, Facebook akhirnya memulai pembangunan pusat data (data center) terbesar keduanya, bahkan saat ia masih dalam proses melengkapi fasilitas pusat data sebelumnya.

Pada saat mengumumkan pembangunan pusat data terbesar pertamanya di areal Rutherford County pada bulan November 2010 yang lalu, saat itu pengguna Facebook masih berjumlah 500 juta user. Dan kini, 11 bulan kemudian, jumlah pengguna mencapai 800 juta user.

Sudah sepantasnya Facebook harus bergegas melakukan peningkatan kualitas mengikuti permintaan pasar. Investasi yang luar biasa ini tentu saja sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

Dan mengingat jejaring sosial pesaing juga mulai memperkuat jaringan data mereka, seperti sebut saja Twitter, tidak diragukan lagi, kapasitas Facebook pasti jauh lebih besar.

Facebook membeli tanah seluas 150 hektar di Rutherford County, North Carolina, untuk proyek sebesar US$450 juta nya. Di areal ini dibangun 2 bangunan utama terbesar, yaitu pusat data pertama, dan kedua. Berikut seperti yang diberitakan DataCenterKnowledge.

Perusahaan ini membangun pusat data pertamanya di sebuah lahan kosong. Akan tetapi untuk pusat data keduanya, walaupun masih dalam satu areal wilayah, ia harus menggusur pabrik Mako Marine yang sebelumnya sudah ada disana.

Facebook mengklaim bahwa fasilitas di North Carolina akan menjadi pusat data yang efisien dalam hal energy, dan mengadopsi banyak teknik seperti yang sudah ada pada pusat data Facebook pertama di Prineville, Oregon.

Di dalam bangunan pusat data yang baru ini, Facebook berencana untuk merancang desain server dan pusat data sesuai dengan Open Compute Project, yaitu sebuah desain untuk server, power supplier dan UPS unit yang pada bulan Februari 2011 yang lalu diluncurkan oleh Facebook.

Sampai saat ini situs Facebook tampaknya jarang bermasalah dengan server ataupun kapasistas nya. Lain halnya jika kita bandingkan dengan Twitter yang beberapa kali sering menampilkan “ikan paus” tanda over capacity nya.

Akan tetapi dengan diluncurkannya produk Timeline Facebook, yang notabene merupakan portofolio perjalanan hidup kita, bisa dipastikan banyak user yang akan menambahkan lebih banyak lagi konten ke dalam akunnya untuk mengisi timeline mereka. Dan itu tentu saja membutuhkan kapasitas server yang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda