Scroll to Top

Mita Diran, Copywriter Meninggal Akibat Bekerja Non Stop 30 Jam dan Kratingdaeng

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 16 Dec 2013

Mita Diran 3

Mita Diran, gadis muda yang bekerja sebagai copywriter di agensi Y&R (Young & Rubicam) meninggal setelah bekerja 30 jam tanpa tidur. Disebutkan oleh seorang rekan, ia juga terlalu banyak meminum minuman berenergi Kratingdaeng.

Kejadian ini tentu saja menggemparkan dunia Twitter. Apalagi, pada Sabtu 14 Desember 2013, Mita Diran melalui akun twitternya, @mitdoq, sempat menyampaikan tweet yang berbunyi “30 hours of working and still going strooong.”

Sehari kemudian, kabar duka hadir. Teman-teman twitter Mita Diran dibuat terkejut oleh meninggalnya sang copywriter. Lebih menyesakkan lagi karena sebelumnya sang ayah, Yani Shayrial melalui jejaring sosial Path mengabarkan bahwa putrinya tumbang dan tengah berada dalam keadaan koma di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina).

“Hi everyone, since last night and until now my daughter who is a copywriter in Y&R in coma in RSPP. Chances not very good. She collapsed after continuous working overtime for 3 days last night. Working over the limit. I have not slept since then,” tulis Yani di Path-nya.

Mita Diran 1

Teman-teman Mita Diran kemudian juga mengungkapkan fakta bahwa selama bekerja tanpa henti tersebut, gadis ini mengonsumsi minuman berenergi yang mengandung kafein tinggi. Kratingdaeng memang dikenal merupakan minuman yang dikonsumsi orang ketika membutuhkan tenaga ekstra agar bisa bertahan beberapa waktu lebih lama.

Mita Diran 2

Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga. Tetapi juga, agensi Y&R Group Indonesia, tempat Mita Diran bekerja. Bahkan Y&R Group kemudian meliburkan seluruh karyawan selama satu hari demi mengantar jenazah Mita Diran yang dikenal sebagai pribadi yang murah senyum dan ceria tersebut. Mita Diran dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Jeruk Purut pada Senin, 16 Desember 2013 pukul 10.00 WIB.

Sebuah pelajaran berharga bagi semua orang. Apa pun yang terjadi, dan bagaimana pun keadaannya, tubuh bukanlah mesin yang bisa dipaksa bekerja keras tanpa henti. Beristirahat adalah hak sekaligus kewajiban seorang pekerja. Bukan untuk siapa pun, tetapi demi menghargai diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda