Scroll to Top

6 Fakta Ospek ITN Malang yang Berujung Maut

By C Novita / Published on Tuesday, 17 Dec 2013

ospek

Kasus kematian Fikri Dolasmantya Surya (20), Maba ITN Malang, Fakultas Teknik Jurusan Planologi angkatan 2013-2014, saat mengikuti kegiatan ospek berupa Kemah Bakti Desa di Pantai Goa China Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang bulan Oktober lalu, masih berbuntut panjang. Kematian Maba tersebut dianggap tak wajar sebab terdapat beberapa bukti penganiayaan yang dilakukan oleh fendem (panitia) ospek terhadap dirinya.

Untuk itu Polres Malang masih mengadakan penyelidikan hingga saat ini demi mengungkap fakta apa saja yang terjadi berkaitan dengan kematian Fikri. Berikut adalah beberapa fakta mengenai ospek ITN Malang yang berujung maut tersebut, seperti dirangkum dari berbagai media online:

  1. Terdapat 114 orang mahasiswa baru ITN Malang yang mengikuti kegiatan Kemah Bakti Desa tersebut. Semuanya telah dimintai keterangan oleh Polres Malang sebagai saksi atas kematian Fikri.
  2. Terdapat dugaan tindak kekerasan, perlakuan tak manusiawi, serta perilaku asusila yang dilakukan oleh panitia ospek Jurusan Planologi ITN Malang 2013-2014 terhadap para Maba. Foto-foto yang diekspos ke jejaring sosial akhirnya membuka kembali kasus kematian Fikri yang sebelumnya tidak banyak diketahui masyarakat.
  3. Contoh tindakan tidak manusiawi yang dilakukan adalah panitia ospek hanya memberi jatah 1 botol air mineral ukuran 1,5 liter untuk peserta ospek sebanyak ratusan orang.
  4. Sedangkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh fendem ospek adalah menyuruh peserta push up lalu menginjak punggung mereka. Kemudian memukul peserta ospek dengan sandal, juga menginjak tangan peserta ospek.
  5. Menurut keterangan beberapa saksi, Fikri dipanggil oleh fendem karena membela teman-teman ospeknya. Setelah itu Fikri tak lagi terlihat bersama mereka.
  6. Menurut keterangan keluarga korban, Fikri, saat dilakukan proses visum pada jasad Fikri terdapat sisa darah di daerah mata korban. Posisi lidah korban juga berada di luar kewajaran, sebab dalam keadaan tergigit.

Semoga kasus kematian Fikri Dolasmantya yang terjadi saat pelaksanaan ospek penerimaan mahasiswa baru adalah yang terakhir kalinya, dan segera terungkap penyebabnya.

Pic: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda