Scroll to Top

Gang Doli di Surabaya Ditutup, Diganti dengan Pusat Bisnis

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 24 Dec 2013

dolly

Niatan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menutup area maksiat Gang Doli makin bulat. Tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara ini diperkirakan sudah selesai sebelum bulan Ramadhan tahun depan. Namun, Pemkot Surabaya tetap akan menjadi area Gang Dolly sebagai pusat bisnis namun dengan berbagai transaksi yang halal.

“Setelah ditutup lokalisasi Dolly akan diubah menjadi sentra bisnis dan keuangan,” Agus Sonhaji kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, seperti dikutip Liputan 6.

Sejumlah rencana telah dipersiapkan. Lokasi tersebut akan mendapat pelebaran jalan hungga 25 meter. Ini untuk mempermudah masuk keluarnya transportasi. Lokasi bisnis lebih mudah terakses sehingga nantinya Dolly akan memiliki kesan sebagai pusat bisnis yang bersih dari penyakit masyarakat.

Selama proses menjadikan Dolly sebagai tempat bisnis, Pemkot akan terus mengawal. Ada empat rencana rehabilitasi yang ditempuh yakni pemberdayaan sosial, lingkungan, ekonomi, dan hibah sebagai bantuan langsung. Pemkot Surabaya melakukan sinergi dengan Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Pusat untuk mendukung tujuan ini.

“Yang jelas, semua menggelontorkan anggaran guna mendukung penutupan lokalisasi,” ungkap Sonhaji.

Sebelumnya, pengelola bisnis haram di Gang Dolly banyak yang memrotes usulan Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk rencana penutupan ini. Salah satu isu yang dihembuskan adalah akan banyak orang yang menjadi miskin. Namun isu ini belum sepenuhnya benar. Rencana pembangunan pusat bisnis di lokalisasi yang muncul sejak zaman Belanda ini, bisa jadi makin meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda