Scroll to Top

10 Top Skorer Premier League Sepanjang Masa (Bagian 1)

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 06 Oct 2011

Alan Shearer Top Skorer Premier League

Sejak Premier League diperkenalkan pada tahun 1992, sudah begitu banyak penyerang lokal maupun internasional yang berlaga di pentas ini. Semua bertujuan sama: mencetak gol sebanyak-banyaknyam baik demi capaian pribadi maupun prestasi klub.

Banyak pemain yang meroket namanya setelah dilabeli sebagai penyerang maut di Liga Inggris. Alan Shearer, Michael Owen, atau Wayne Rooney adalah produk-produk lokal yang mengilap hasil sepuhan liga ini.

Namun, tak jarang Premier League juga menjadi kuburan bagi pemain hebat. Robinho, Andrii Shevchenko, atau Mateja Kezman yang begitu subur di klub sebelumnya, mati kutu ketika merumput di salah satu liga terbaik dunia ini.

Berikut ini 10 pencetak gol terbanyak Premier League.

 

1. Alan Shearer (260 gol)

Produk Southampton ini begitu berjaya pada 1990-an. Awal kariernya sangat spektakuler. Debut sebagai starter dilakoni dengan mengemas hattrick untuk kemenangan atas Arsenal 4-2 —ia menjadi pemain termuda yang mencetak hattrick di Premier League—.

Meskipun awalnya impresif, Shearer belum begitu banyak mencetak gol di Southampton. Barulah ketika Blackburn Rovers membelinya,Shearer menemukan jati diri sebagai striker sejati. 112 gol dibuatnya hanya dalam empat musim. Shearer juga mengantar Blackburn menjuarai liga pada musim 1994/1995, mematahkan dominasi Manchester United.

Pada 1996, Shearer pindah ke Newcastle meski sebenarnya ia hampir bergabung dengan Setan Merah. Di klub berjuluk The Magpies, Shearer memang tidak memboyong satu pun gelar klub. Namun, dengan kapasitas skuad yang “minor”, Shearer masih menunjukkan kedigdayaannya sebagai penyerang top Inggris.

Hingga mengakhiri karier pada musim 2005/2006, Shearer telah mengemas 260 gol. Rekor yang sulit dipecahkan siapa pun.

 

2. Andy Cole (187 gol)

Ia pernah menjadi salah satu penyerang terbaik di Inggris walaupun pada akhirnya, Cole lebih dikenal sebagai penyerang yang begitu mudah membuang peluang di depan gawang. Sampai-sampai, ada band asal Wales yang mengutip nama Andy Cole dalam lirik mereka yang intinya menyampaikan penderitaan karena melulu tak mencetak gol.

Pernah menjadi pemain Arsenal, Andy Cole meroket namanya pada musim 1992/1993. Kala itu, Newcastle memboyong si pemain muda dari Bristol City. Dalam 12 pertandingan liga, ia mencetak 12 gol. Rekor impresif di musim pertama bersama The Magpies berlanjut pada musim berikutnya. Cole menjadi top skorer Liga Inggris dengan 34 gol.

Pada pertengahan musim 1994/1995, Setan Merah membelinya dari Newcastle. Namun, alih-alih menjadi pahlawan bagi United, mulai saat itu Andy Cole memasuki masa-masa sial dalam hidupnya. Sempat bersaing dengan Eric Cantona, Cole beruntung sang legenda pensiun. Namun, Alex Ferguson memang tidak terlalu nyaman dengan Cole. Didatangkannya Olle Gunnar Solksjaer, Teddy Sheringham, hingga Dwight Yorke menunjukkan Cole bukanlah satu-satunya pilihan di Old Trafford. Cole sempat mengilap dengan berduet  bersama Yorke pada musim 1998/1999 dan membawa United menikmati treble winners (Juara liga, Piala FA, dan Liga Champions).

Cole dibuang pada musim 2002/2003. Kemudian, ia berpindah-pindah klub. Bahkan sejak 2004, ia bermain untuk tujuh klub berbeda dalam lima musim saja. Apa pun itu, Cole bisa menyarangkan 187 gol. Lumayan. Ia ada di bawah Alan Shearer.

 

3. Thierry Henry (174 gol)

Top skorer Premier League sepanjang masa berikutnya adalah Thierry Henry, legenda Arsenal. Dibeli dari Juventus dengan posisi awal sebagai pemain sayap, Henry berubah menjadi pemain luar biasa bersama sang arsitek Arsenal sesama pemain Prancis, Arsene Wenger. Pada masa jayanya, dekade 2000-an, tidak ada bek lawan yang ciut nyalinya jika berhadapan dengan Henry yang begitu gesit. Seolah, semua gol dari segala posisi bisa dicetaknya.

Henry turut membantu Arsenal menjadi tim yang tak tersentuh pada musim 2003/2004. Kala itu, dalam 38 pertandingan liga, Arsenal tak pernah kalah. Sebelumnya, Arsene Wenger pernah berkata, ia bisa menyulap Arsenal sebagai tim tak terkalahkan. Ucapan ini dianggap sebagai guyonan mustahil oleh banyak orang. Namun, dengan Henry yang mampu mengemas 30 gol hanya di Premier League, faktanya Arsene Wenger mampu mewujudkan mimpinya.

Sayang, Henry kemudian pindah ke Barcelona. Di tim asuhan Pep Guardiola, sebenarnya Henry tidak bermain buruk. Namun, ekspektasi orang kepadanya sangat berlebihan. Padahal, posisi Henry (seperti halnya David Villa pada awal-awal bergabung dengan Barcelona)  “dikorbankan” demi si anak ajaib, Lionel Messi.

Total, untuk Liga Inggris, Henry mencetak 174 gol dalam musim yang lebih pendek daripada Alan Shearer dan Andy Cole.

 

4. Robbie Fowler(163 gol)

Dia adalah Tuhan orang Liverpool. Meroket bersama The Reds, kini Fowler malah didapuk untuk menukangi Muangthong United dari Thailand. Pada masa jayanya, awal dekade 1990-an, Fowler adalah raja gol yang sangat mengerikan.

Pada musim 1994/1995, Fowler menciptakan rekor hattrick tercepat ke gawang Arsenal. Fowler cuma membutuhkan waktu empat menit 33 detik untuk meluluhlantakkan pertahanan The Gunners.

Satu hal yang paling berkesan, walaupun Fowler sangat bandel di luar lapangan, ia termasuk sosok pemain sportif. Ia pernah mendapatkan hadiah penalti ketika dijatuhkan oleh David Seaman, kiper legendaries Arsenal. Setelah protesnya agar wasit tak memberi hadiah penalti tidak digubris, Fowler menembak dengan begitu lemah sehingga Seaman berhasil mengamankan gawang. Karena sikapnya ini, Fowler mendapatkan UEFA Fair Play Award tahun 1996.

Sempat menjadi tulang punggung klub dan begitu dicintai publik, bukan berarti posisi Fowler aman. Ia sempat memutuskan hijrah ke Leeds United untuk mendapatkan posisi utama (Fowler kalah dari duet muda, Michael Owen-Emile Heskey). Pertikaiannya dengan Gerrard Houllier, manajar Liverpool saat itu, dianggap sebagai pemicu hengkangnya Fowler.

Sempat berseragam Manchester City sebelum klub tersebut kaya, Fowler kembali ke Liverpool pada musim 2005/2006 dan bertahan dua musim. Total, pria kelahiran 9 April 1975 ini mencetak 163 gol dari 18 musim. Rekor ini pasti bertambah jika ia tidak sering cedera.

 

5. Les Ferdinand (149 gol)

Satu lagi striker era 1990-an yang menjadi top skorer Premier League. Les Ferdinand adalah sepupu Rio dan Anton Ferdinand. Debutnya di Premier League dimulai pada usia 26 tahun (karena Premier League baru diperkenalkan pada musim 1992/1993). Seandainya Premier League sudah ada sejak ia muda, mungkin Les Ferdinand bisa menambah banyak pundi-pundi gol.

Bersama QPR dan Newcastle United, hingga usia 31 tahun, Ferdinand selalu mencetak lebih dari 15 gol dalam setiap musim. Ia bahkan masih bisa mencetak gol di musim 2004/2005, ketika usianya mencapai 38 tahun saat bergabung dengan Bolton Wanderers. Total, Les Ferdinand mengemas 149 gol dalam 14 musim di Premier League.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda