Scroll to Top

Sriwijaya FC Patenkan Logo Klub Ke Dirjen HKI

By Agus Prasetyo / Published on Sunday, 29 Dec 2013

Sriwijaya FC

Sriwijaya FC sebagai sebuah tim sepakbola papan atas Indonesia, memang memiliki nama besar. Selaras dengan hal tersebut, nama Sriwijaya FC juga memiliki daya tarik tersendiri di dunia bisnis.

Itu pula yang menyebabkan manajemen Laskar Wong Kito mematenkan logonya ke Dirjen HKI (Hak Kekayaan Intelektual) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (RI).

Dalam konfirmasinya Pembina SFC, Alex Noerdin membenarkan perihal dipatenkannya logo SFC. Dirinya juga mengatakan setelah dipatenkan, maka pihak lain tidak dapat lagi meniru bentuk logo secara bebas termasuk untuk dikomersilkan.

“Orang lain tidak boleh lagi menirunya, kalaupun akan digunakan untuk hal tertentu maka kita akan dapat royalti. Seperti jika mereka ingin membuat merchandise atau kaos, harus membayar ke pemilik HKI itu” tegas Alex Noerdin, Jumat 27 Desember 2013.

Alex Noerdin menambahkan pentingnya pematenan logo ini mengingat SFC sudah menjadi klub besar di Indonesia, sehingga sudah populer di masyarakat. Artinya komersialisasi segala hal tentang SFC akan sangat terbuka lebar.

Sementara itu Presiden SFC, Dodi Reza Alex menjelaskan jika proses mematenkan logo SFC ini tidak mudah dan memerlukan dukungan banyak pihak.

Dengan telah dipatenkannya  logo ini, dirinya berharap tidak ada lagi pengusaha-pengusaha yang memanfaatkan logo SFC untuk komersial tanpa seizin SFC.

“Kita terus mencari beberapa solusi agar dapat membantu finansial SFC cara lainnya dengan menggaet sponsor, bapak angkat dan lainnya”

“Karena SFC tidak lagi menggunakan dana APBD dan murni dari kerja keras manajemen SFC” ungkap Dodi Reza Alex seperti yang dilansir Tribunnews.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda