Scroll to Top

Sriwijaya FC Menang Besar Dengan Formasi 4-2-3-1

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 02 Jan 2014

Dalam mempersiapkan turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014 dan kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2014, Sriwijaya FC terus mempersiapkan kekuatan timnya. Kini pelatih Subangkit masih mencari pola yang tepat untuk dimainkan anak asuhnya.

Subangkit memang belum memutuskan formasi baku yang akan digunakan oleh timnya musim depan. Sejauh ini dia masih menimbang-nimbang antara pola 4-2-3-1 dengan berpaku pada satu striker tunggal, atau pola klasik 4-4-2.

“Saya belum tentukan pola yang mana, sebab skuat kita belum komplit 100 persen. Saya masih menunggu satu striker asing lagi dan melihat permainannya seperti apa” ungkap Subangkit seperti yang dilansir Tribunnews.

Terakhir Laskar Wong Kito melakukan pertandingan uji coba melawan PS Pusri di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (31/12/2013).

Dalam pertandingan yang dimenangi Sriwijaya FC 4-0 itu, terlihat jelas jika Subangkit menggunakan pola 4-2-3-1.

Mantan pelatih Persiwa itu menempatkan dua gelandang bertahan yakni Maman Abdulrahman dan Asri Akbar.

Sementara untuk lini belakang dipercayakan pada Abdolaye Yousouf Maiga dan Firdaus Ramadhan yang dibantu dua wing bek Diogo Santos Rangel dan Sumardi.

Untuk lini tengah Subangkit mempercayakan pada Vendri Mofu sebagai second striker yang ditunjang oleh dua winger yakni Siswanto di sisi kiri dan Anis Nabar di sisi kanan.

Alhasil hanya Rizky Dwi Ramadhan saja yang dipercaya Subangkit sebagai target man di lini depan.

“Pada babak kedua kita memang melakukan pergantian beberapa pemain, tapi polanya tetap tidak berubah (4-2-3-1)” jelas Subangkit.

Total ada 5 pemain yang diganti pada babak kedua itu yakni Firdaus, Sumardi, Mofu, Anis dan Siswanto. Subangkit memaksukkan Jeki Arisandi, Hapit Ibrahim, Syakir Sulaiman, Alan Martha dan Rifan Nahumarury.

Kesemuanya pemain yang masuk ini langsung menggantikan peran pemain yang ditarik keluar, terkecuali Hapit dimainkan sebagai gelandang bertahan menggantikan peran Maman yang kembali menempati posisi sebagai stopper.

“Saya hanya ingin melihat kemampuan masing-masing pemain. Maman yang sejatinya sebagai stopper, ternyata cukup baik juga kalau ditempatkan sebagai gelandang bertahan” pungkas Subangkit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda