Scroll to Top

Di Arab Saudi, Fitnah di Twitter Dihukum Cambuk!

By Ibnu Azis / Published on Friday, 03 Jan 2014

Twitter

Aksi fitnah di Twitter di era digital bukan hal yang tabu. Tengok di linimasa. Aksi ini kerap dijumpai dan seakan regulasi yang ada tidak begitu mengaturnya dengan ketat. Di Arab Saudi tidak demikian. Bagi yang terbukti bersalah, pemfitnah bakal dikenai hukuman cambuk dan penjara.

Seorang pria di negeri yang dihuni mayoritas muslim itu terbukti bersalah telah menfitnah seorang penyanyi telah berzinah. Setelah putusan peradilan dijatuhkan, terdakwa harus menghuni bui selama tiga bulan yang sebelumnya harus merasakan hukuman cambuk sebanyak 80 cambukkan.

Kasus ini bermula ketika terdakwa menyebut seorang penyanyi asal Kuwait, Shams telah lakukan perzinahan. Setelah dilakukan investigasi, apa yang ditudingkan hanya sekadar fitnah. Motif tersangka hanya menjatuhkan nama baik korban sebab ia adalah penggemar penyanyi pop lain saingan Shams.

Tak hanya menfitnah, terdakwa juga memasang foto olahan yang seakan menampilkan Shams dalam kondisi cabul. Tak bisa membuktikan fitnahnya, ia akhirnya dijatuhi hukuman kurung dan cambuk plus denda 10 ribu riyal atau sekitar Rp 30 juta.

Kasus ini sendiri berjalan setelah Shams lakukan gugatan pencemaran nama baik terhadap sebuah pemilik akun Twitter berbahasa Arab. Jika langkah ini tidak dilakukan mungkin terdakwa akan tetap berkicau dan menyebar fitnah di Twitter.

Sebagai media sosial warga Twitter bisa dengan cepat menyebarkan informasi. Jika informasi yang disebar tidak benar, bisa berakibat fatal. Tidak dianjurkan menyebar informasi yang tak jelas terlebih fitnah sebab ada hukum yang mengaturnya (UU ITE).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda