persik juara

Hasil pertandingan IIC 2014 antara Persik Kediri vs Gresik United berakhir dengan skor 2-1. Ini adalah laga Inter Island Cup (IIC) perdana bagi kedua tim yang belum bisa hasilkan sesuatu positif di ajang East Java Cup 2013 lalu, tersaji di stadion Brawijaya, Minggu (12/1) malam. Kedua tim pun terlihat menurunkan pemain yang bisa jadi adalah pemain inti mereka di ajang Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Kubu tuan rumah Persik Kediri tampak tampil dengan dukungan penuh dari suporter mereka, klub berjuluk Macan Putih tersebut memang dalam momentum kebangkitan mengingat mereka baru saja promosi dari Divisi Utama ke ajang ISL.

Bermain di hadapan suporter membuat kubu tuan rumah tampak nyaman memainkan bola umpan-umpan pendek dimana Rendy Irawan manjadi komposer di lini tengah tim. Sedangkan Gresik andalkan sisi kiri mereka yang diisi oleh Mahyadi Panggabean, peluang pertama muncul ketika kubu tamu menembakan bola ke gawang Persik yang dijaga Tedi Heri, namun sepakan Reza Mustofa masih melambung tipis.

Hasil lengkap dan jalannya pertandingan klik disini

Sebelum pertandingan
Jadwal pertandingan Inter Island Cup (IIC) Minggu 12 Januari 2014 juga akan mempertemukan Persik Kediri vs Persegres Gresik United. Jika tidak ada perubahan laga Persegres Gresik vs Persik ini akan disiarkan Indosiar mulai pukul 19.00 wib.

Persik Kediri akan memulai laga perdana Turnamen Inter Island Cup (IIC) Zona Jawa 3 dengan menghadapi Gresik United di Stadion Brawijaya.

Kemenangan di laga pertama tentu sangat berpengaruh pada kepercayaan diri tim. Pelatih Persik Kediri, Aris Budi Sulistyo mengungkapkan timnya sangat tertantang untuk memberikan hasil terbaik di depan Persikmania.

“Gresik tim yang bagus, apalagi mereka start lebih dulu kalau bicara persiapan tim musim ini. Tapi kami bermain di kandang dengan dukungan supporter dan itu tentu membuat posisi Persik lebih baik” kata Aris Budi.

Aris juga yakin pihak Gresik United sudah mengetahui bagaimana kekuatan Persik yang ada saat ini. Pasalnya pelatih Persegres Gresik, Agus Yuwono pernah berkiprah di Persik Kediri beberapa musim lalu.

“Mungkin saya dan Mas Agus Yuwono sudah sama-sama paham karakter masing-masing. Kami harus antisipatif dalam menghadapi kemungkinan kejutan” tambahnya.

Soal pemain lawan, Aris menunjuk nama striker Pape Ndiaye serta Otavio Dutra sebagai sosok yang berpengaruh di Gresik United.

Walau tak akan melakukan treatment khusus pada pemain itu, Aris menekankan kedisplinan di lini pertahanan diperlukan untuk membatasi ruang gerak Pape Ndiaye Cs.

Sementara itu Agus Yuwono sangat cukup optimistis timnya bisa membungkam Persik Kediri di depan publiknya sendiri.

Ditanya soal strategi, Agus mengatakan skema permainan timnya masih mirip dengan permainan di East Java Tournament beberapa waktu lalu.

Dengan menerapkan pola 4-5-1 bukan berarti harus bertahan, sebaliknya Gresik memiliki pemain dengan level penetrasi yang tinggi.

Misalnya Jimmy Suparno dan Reza Mustofa yang menyisir dari sayap, serta Shohei Matsunaga di tengah akan menopang striker tunggal Pape Ndiaye untuk mengancam gawang lawan.