Scroll to Top

Barcelona: 70% Gol Tercipta Oleh Jebolan La Masia

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 10 Oct 2011

Barcelona La Masia

Apa alasan utama Barcelona ngotot meminta Cesc Fabregas untuk pulang ke kampung halaman? Mungkin karena kemampuan Fabregas memang luar biasa. Namun, yang paling utama, Barcelona di bawah rezim Josep Guardiola seolah ingin “menyombongkan” produk akademi La Masia.

 

Nepotisme La Masia

Lihatlah starting XI Barcelona. Misalnya, dalam laga terakhir kala menggebuk tuan rumah Sporting Gijon 0-1. Victor Valdes, Sergio Busquets, Thiago Alcantara, Xavi Hernandez, Pedro Rodriguez, dan Lionel Messi adalah produk lokal yang disodorkan. Perbandingan dengan pemain jebolan akademi berbeda atau klub besar lain, 55%:45%.

Lebih jauh, lihat pula 21 pemain di tim utama Barcelona. 11 di antaranya berasal dari akademi muda mereka. Selain enam nama di atas, masih ada Andres Iniesta, Cesc Fabregas, Gerard Pique, Carles Puyol, dan Andreu Fontas.

Bahkan, mungkin saja Barcelona turun dengan skuad La Masianya. Termasuk dengan formasi 3-4-3 yang bisa jadi akan bermain lebih menyerang daripada yang selama ini tergambarkan dari skuad campuran Josep Guardiola.

Formasi La Masia

 

70% Gol dari Produk Lokal

Lihat pula pencetak gol Barcelona sepanjang awal musim ini. Azulgrana sudah membobol gawang lawan sebanyak 37 kali. 70% di antaranya dicetak oleh produk La Masia. Lionel Messi bertengger di jajaran teratas dengan 14 gol. Torehan ini lebih banyak daripada jumlah pertandingan Messiah. Ia baru turun 10 kali sebagai starter dan 1 kali dari bangku cadangan.

Di bawahnya, ada si anak hilang Cesc Fabregas. Mantan kapten Arsenal ini telah mencetak 5 gol. Banyak yang berpendapat, kecemerlangan Fabregas tak lepas dari hilangnya beban di pundak. Ketika berseragam Arsenal, semua orang menyorotinya. Kegagalan The Gunners berarti tanggung jawabnya. Di Barcelona, Fabregas berbagi dengan 11 pemain lain.

La Masia berikutnya adalah Pedro Rodriguez. Si jago akting ini mencetak 3 gol dari 10 kali penampilan.

Di bawah ketiganya, ada deretan gelandang Barcelona. Sang pemegang ban kapten lapangan sementara ini, Xavi Hernandez, mengemas 2 gol. Kompatriotnya yang lebih muda, Andres Iniesta, telah membukukan satu gol.

Terakhir, sang calon penerus yang semakin mengilap, Thiago Alcantara, juga mengukir satu gol.

 

Membedakan dari Real Madrid

Jika tren positif skuad La Masia ini terus berlanjut hingga akhir musim, barangkali musim depan Barcelona tidak mau lagi membeli pemain bintang. Sekaligus, untuk semakin membedakan mereka dengan “tetangga sebelah yang sangat bising”.

Belakangan, Real Madrid memang lebih suka membeli produk jadi. Hasilnya, selama tiga musim, mereka cuma bisa menjadi pengekor Barcelona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda