Scroll to Top

Jose Mourinho: Saya Adalah Ikon Sepakbola

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 12 Oct 2011

Jose Mourinho

Ketika Jose Mourinho datang ke sebuah liga, ada yang perlu diperhatikan semua orang. Satu hal saja: jangan dengarkan ucapannya.

Orang-orang yang terpancing dengan provokasinya, ibarat berada dalam labirin sendiri. Komentar seperti “perusak sepakbola Spanyol” atau “musuh dunia sepakbola” nyatanya tak pernah menghentikan The Special One. Ia tetap konsisten meraih gelar dan “berkuasa” atas lawan-lawan yang berani menentangnya.

 

Mencolok Mata Adalah Tindakan Wajar?

Baru-baru ini, Mourinho mengeluarkan pernyataan baru tentang kasusnya dengan Tito Vilanova. Semua orang mengetahui aksi terpuji Mourinho kepada orang Barcelona tersebut.

Dalam Piala Super Spanyol, Mourinho memperagakan aksi tusuk mata atau colek pipi kepadanya. Video aksi ini ramai dibicarakan orang dan Mou telah menerima hukuman atas tindakan konyolnya tersebut. Videonya sendiri dapat kita lihat di bawah ini.

http://www.youtube.com/watch?v=uUgOuzWvDfE

Alih-alih meminta maaf, Mou terus melakukan pembelaan. Dalam kesempatan terakhir, Mou berkata, “Dalam sepakbola, kadang Anda memancing, kadang terpancing, dan kadang tak termakan apa pun. Mereka (Barcelona) memancing kami. Ya, saya bisa berbuat salah. Namun, tindakan saya wajar-wajar saja.”

Mourinho terus berkeras bahwa tindakannya adalah reaksi atas tindakan kubu Barcelona. Versi Mourinho, anak gawang Barcelona tiba-tiba saja menghilang di babak kedua sehingga memperlama pemain yang hendak mengambil bola.

 

Ikon Sepakbola

Jose Mourinho Real MadridSelain membela diri, Mourinho juga terus menjaga asa untuk bertahan di Real Madrid. Ia mesti berterimakasih atas kasih sayang Florentino Perez. Sang presiden Real Madrid masih betah mempertahankannya meski di tahun pertama, Mourinho cuma menghadirkan gelar Copa del Rey.

Dengan nada jumawa, Mou berkata, “Saya ingin memenangkan liga Champions ketiga dengan tim ketiga yang saya asuh. Dengan cara ini, nama saya akan tercantum di tempat khusus dalam sejarah sepakbola.”

Untuk urusan yang satu ini, Mou boleh sombong. Ia sukses meraih gelar Liga Champions pertama pada 2004 bersama Porto. Enam tahun kemudian, ia kembali berhasil bersama Internazionale. Kalau ia mampu membawa Madrid juara, tentu cuma Chelsea satu-satunya tim yang tak bisa dibuatnya menjadi nomor satu di Eropa.

Mourinho juga memiliki pandangan tersendiri tentang dirinya dan pasukan mega bintang Real Madrid. Katanya, “Mereka (pemain Real Madrid) melihat diri sebagai ikon sepakbola. Demikian pula mereka melihat saya dan sebaliknya. Susah menangani keadaan ruang ganti jika Anda bukan sebuah ikon. Tidak ada perbedaan status antara mereka dan saya.”

 

Penyerang Produktif dan Jago Kungfu

Ya, setidaknya Real Madrid di bawah Mourinho menjadi ikon sepakbola dalam dua hal. Pertama, rekor mencetak gol mereka, terutama Cristiano Ronaldo, yang sangat luar biasa. 28 gol dalam 10 pertandingan jelas rekor fantastis.

Kedua, ikon sepakbola liar. Lima kartu merah dari 10 laga di semua kompetisi jelas membua Madrid tak hanya menyuguhkan permainan apik. Melainkan juga, aksi jago kungfu seperti dalam video berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda