Yamaha-GT125-Eagle-Eye-2

Yamaha GT 125 Eagle Eye harus melewati pengujian dengan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum resmi diluncurkan kepada masyarakat awal Januari lalu. Pengujian ini hampir sama dengan uji kendaraan roda dua lainnya, yaitu pada konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan oleh varian MIO yang baru ini.

Uji coba tersebut berlangsung pada bulan Desember 2013, dengan memakai bahan bakar premium yang umum digunakan oleh masyarakat.

“Bulan Desember, kita kerja sama dengan ITB untuk melihat konsumsi bahan bakarnya. Kita bandingkan GT 125 ini dengan kompetitor kita. Kita coba pakai bahan bakar premium. Kalau pertamax ya lebih baik lagi, tapi kita cobanya pakai premium,” ujar Radityo A.D, Supervisor Marketing Plan and Strategy PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Kendaraan andalan baru dari Yamaha ini dipacu dengan kecepatan normal yaitu 30-50 km/jam, untuk merepresentasikan situasi harian dan realistis di jalan.

Hasil akhirnya terlihat sangat menakjubkan, sebab Yamaha GT 125 Eagle Eye ini ternyata menghabiskan 1 liter premium untuk menempuh jarak sejauh hampir 80 km. Ini jelas jauh lebih irit dibanding dengan kompetitor di kelasnya.

Radityo menegaskan bahwa uji coba itu sangat real dan tidak mengada-ada, sebab tim uji yang bekerja sama dengan pihaknya adalah pihak netral dari teknik ITB yang kompeten.

Yamaha GT 125 Eagle Eye adalah varian tertinggi dari GT series, atau di atas Mio GT dan Soul GT.

Pic: federaloil.co.id

Untuk harga, per unitnya dijual Rp 15,9 juta on the road Jakarta.