Scroll to Top

Michael Ballack: Pemain Muda Bayer Leverkusen Mampu ke Final Liga Champions

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 14 Oct 2011

Michael Ballack

Veteran seperti Michael Ballack dibutuhkan untuk menyokong tim. Tenaganya mungkin mengendur, namun kharisma mantan kapten Jerman ini masih nomor satu. Atas alasan yang sama pula Ballack yakin Bayer Leverkusen mampu berbicara banyak di Liga Champions musim ini.

 

Nostalgia Sembilan Tahun Lalu

Ya, Ballack tak mau Leverkusen kalah sebelum bertanding. Meskipun mereka banyak dihuni para pemain muda, bukan tidak mungkin kemenangan demi kemenangan diraih.

Dengan demikian, memori musim 2001/2002 bisa diulangi. Saat itu, Klub berjuluk Vizekusen ini mampu mencapai final Liga Champions. Mereka cuma kalah dari Real Madrid dengan skor 1-2.

http://www.youtube.com/watch?v=7nixGzug5xc&feature=related

Bahkan, pada musim tersebut, Leverkusen cuma mengalami kesialan beruntun. Mereka berpeluang merebut treble. Namun, semuanya gagal.

Tersingkir dari Liga Champions, Leverkusen tambah sakit hati karena gagal di dua ajang lain. Mereka gagal menjuarai Bundesliga karena dua kekalahan dalam tiga laga terakhir. Mereka juga takluk oleh Schalke 04 di final Piala Jerman dengan skor 4-2.

Sampai-sampai, tim Ballack kala itu dijuluki Neverkusen.

Bayer Leverkusen era tersebut memang merupakan skuad impian. Beberapa pemain timnas Jerman menjadi tulang punggung klub. Ada Hans Jorg-Butt. Ada pula Carsten Ramelow, Bernd Schneider, dan Ulf Kirsten. Michael Ballack pun menemukan jalan untuk menjadi pemain ternama di Leverkusen.

 

Barisan Muda Penuh Potensi

Kini, keadaan hampir mirip. Di kubunya, talenta-talenta muda bersinar. Ballack bisa menyaksikan Stefan Kiessling dan Andre Schurlle di lini depan.

Di barisan gelandang, ada pemain berpengalaman seperti Simon Rolfes yang dipadu oleh Lars Bender yang baru berusia 22 tahun. Masih ada pula Renato Augusto asal Brazil dan Tranquilo Barnetta dari Swiss.

Lini belakang dipenuhi bek-bek muda dengan kiper Rene Adler di barisan pertahanan terakhir.

Bukankah nyaris tidak berbeda? Maka, komentar Ballack, “Mengapa tim ini tidak mampu mengulang kesuksesan sebelumnya? Banyak pemain muda dengan potensi besar di sini. Mereka semua menunggu untuk tampil di Champions League. Semua kembali kepada kami, kepada setiap pemain, untuk tampil sebaik mungkin demi mewujudkan hal tersebut.”

 

Menjajal Valencia

Saat ini, Leverkusen berada di posisi runner-up Grup B. Mereka berhasil membekap Racing Genk di matchday 2. Sebelumnya, Leverkusen ditekuk Chelsea 2-0 di Stamford Bridge.

Minggu depan, kubu Michael Ballack akan berusaha merintis jalan untuk mengulang sejarah lolos ke final. Lawan yang dihadapi adalah Valencia. Tim yang “lebih berpengalaman” di ajang ini.

Mampukah semangat Ballack ditularkan kepada tim muda Leverkusen?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda