Scroll to Top

Manuel Pellegrini: Real Madrid Terbaik dalam Sejarah Terjadi Pada Masa Saya!

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 15 Oct 2011

Manuel Pellegrini Malaga

Masih ingat dengan musim 2009/2010? Saat itu, Barcelona menciptakan rekor luar biasa. Mereka menjuarai La Liga dengan nilai nyaris sempurna, 99 poin. Blaugrana mencatat 31 kemenangan 6 kali seri, dan cuma sekali pulang dengan tangan hampa.

 

Kalah dari Tim Tertangguh

Superioritas Barcelona itulah yang membuat kinerja Real Madrid sia-sia. Padahal, Madrid juga sama-sama mengoleksi 31 kemenangan. Bedanya, Los Merengues kalah empat kali di musim itu. Hasilnya, mereka cuma mengemas 96 poin atau terpaut 3 poin dari Azulgrana.

Akibat hasil tersebut, Manuel Pellegrini, pelatih Real Madrid saat itu, mesti merelakan posisinya. Ia dipecat oleh presiden Real Madrid, Florentino Perez dan digantikan oleh Jose Mourinho.

Padahal, hingga saat ini, 96 poin yang didapatkan Madrid pada musim 2009/2010 adalah yang terbanyak sepanjang partisipasi mereka di La Liga (terutama setelah kemenangan dinilai dengan angka 3).

Dari sisi penampilan, pasukan Manuel Pellegrini sepanjang musim tersebut juga begitu digdaya. Mereka mengoleksi 102 gol untuk 38 pertandingan liga! Jumlah gol ini lebih baik daripada Barcelona yang cuma menorehkan 98 gol.

 

Demi Menyaingi Barcelona

Wajar jika Manuel Pellegrini masih menyimpan rasa penasaran mengapa ia dipecat begitu saja oleh Florentino Perez. Katanya, “Saya mencoba untuk menggapai kemungkinan terbaik (menjuarai La Liga). (Posisi runner-up) memang menyakitkan banyak orang. Namun, perlu diketahui, musim itu (2009/2010) adalah musim terbaik dalam sejarah Real Madrid dari jumlah poin yang didapatkan.”

Salah satu hal yang menyebabkan Pellegrini lengser juga ketidakmampuannya mengatasi Barcelona. Dalam dua laga di La Liga musim tersebut, Madrid selalu keok. Mereka kalah 1-0 di Camp Nou dan dipermalukan 0-2 di Santiago Bernabeu.

Atas alasan ini pula, Florentino Perez memilih Jose Mourinho. Maklum, sebelum menangani Madrid, Mourinho lebih sering menaklukkan Barcelona. Entah itu bersama Chelsea ataupun dengan Internazionale.

Sayang, musim lalu, Mourinho tak sesukses Pellegrini. The Special One cuma bisa membawa Madrid mengemas 92 poin. Mereka juga dibantai Barcelona 5-0 di Camp Nou.

 

Madrid Di Bawah Kekuasaan Florentino Perez

Namun, Pellegrini bukanlah orang yang suka mengenang masa lalu. Meskipun ia mengaku bahwa para pemain Madrid masih sangat menghormatinya, perjalanan bersama Los Blancos sudah selesai.

Kini, ia didapuk untuk mengorbitkan Malaga ke tangga juara. Dengan modal pemain-pemain bintang, meski sudah uzur, usaha Pellegrini lumayan sukses. Malaga tidak lagi dipandang sebelah mata di Liga Spanyol.

Satu pesan Pellegrini mungkin menyakitkan Madridistas. Katanya, “Di Madrid, kalau Anda berpikiran berbeda dari presiden (Florentino Perez), yang harus pergi adalah pelatih.”

Mau bagaimana lagi. Itulah risiko menukangi tim kaya yang ingin mendapatkan prestasi secepat mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda