Scroll to Top

Arsene Wenger: Tekanan di Liga Champions Tidak Seberat Liga Domestik

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 17 Oct 2011

Arsene Wenger

Pertengahan pekan ini, Liga Champions dimulai kembali. Di Grup F, dua pelatih mengeluarkan pernyataan berbeda menjelang laga. Juergen Klopp, pelatih Borussia Dortmund, bersiap untuk kemungkinan terburuk. Sebaliknya, Arsene Wenger meyakini, dengan persaingan yang lebih berat, tekanan dan harapan publik di Liga Champions lebih ringan.

 

Nostalgia Sembilan Tahun

Musim lalu, Juergen Klopp meraih hal yang fantastis. Bersama anak-anak muda Borussia Dortmund, ia sukses mendapatkan gelar Bundesliga.

Gelar ini merupakan gelar pertama dalam sembilan tahun. Terakhir kali Dortmund menjuarai Liga Jerman adalah pada musim 2000/2001.

Berkat hasil ini, Shinji Kagawa pun berhak tampil di Liga Champions musim ini. Sayang, Dortmund tak maksimal berlaga di ajang tertinggi antar klub Eropa. Mereka cuma memetik satu angka.

Hasil seri 1-1 dengan Arsenal di kandang sendiri. Setelah itu, anak-anak muda asuhan Klopp digilas Marseille 3-0. Pertandingan Borussia Dortmund vs Arsenal sendir bisa dilihat cuplikannya berikut ini.

http://www.youtube.com/watch?v=ONkswSnooLc&feature=related

 

Hanya Mengumpulkan Uang

Pertengahan ini Dortmund akan kembali berlaga di Liga Champions. Lawan yang dihadapi adalah Olympiacos, wakil Yunani. Mengingat Olympiacos menjadi tim terlemah di Grup F, semestinya Dortmund bisa memetik minimal tiga angka.

Namun, Juergen Klopp ternyata tidak terlalu “antusias” dengan kemungkinan timnya berlaga lebih jauh di Liga Champions.

Ia bahkan bersiap untuk kemungkinan terburuk. “Tidak ada jaminan selain peluang tipis untuk melaju (ke babak berikutnya). Skenario terburuk, kami hanya akan menikmati pengalaman, mendapatkan uang, dan fokus ke Bundesliga. Seluruh pintu terbuka, dan kami bersiap untuk segala hal.”

 

Arsenal Minus Kieran Gibbs dan Aaron Ramsey

Sementara itu, sesama tim penghuni Grup F, terlihat lebih optimis. Arsenal baru saja memenangkan pertandingan penting menghadapi Sunderland dengan skor tipis 2-1.

Dalam pertandingan itu, penyerang yang diisukan akan pindah, Robin Van Persie mencetak dua gol.

Dengan kemenangan ini, Arsenal berangkat ke Marseille dengan modal penting. Setidaknya, The Gunners sudah sedikit kembali ke trek juara mereka.

Sayang, kali ini Arsenal tidak bisa diperkuat oleh dua pilar mereka. Kieran Gibbs mengalami cedera dan hanya memiliki sedikit peluang untuk bermain di hari Rabu. Sementara, gelandang Aaron Ramsey juga tak bisa bermain. Wenger berkata, adalah sebuah perjudian jika Ramsey dipaksa bermain.

Saat ini, Arsenal memang banyak berharap untuk meraih hasil maksimal di Liga Champions. Mereka duduk di peringkat dua, terpaut dua angka dari pemuncak klasemen Grup F, Olympique Marseille. Artinya, jika menang, Arsenal akan menduduki posisi teratas.

 

Tekanan Lebih Ringan

Keadaan yang berkebalikan dengan kondisi di Liga Inggris ini mengundang komentar tersendiri dari sang profesor, Arsene Wenger.
Ia membandingkan Arsenal dan Olympique Marseille.

Komentarnya, “Marseille bermain baik di Liga Champions karena kompetisi ini memiliki ekspektasi lebih rendah (karena persaingan lebih ketat) dan dengan demikian, tekanannya pun tak seberat di liga.”

Semestinya, ucapan Wenger ini juga berlaku untuk Arsenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda