Scroll to Top

Review Pekan Ketujuh Liga Spanyol: Kejutan Levante

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 17 Oct 2011

Levante

Kalau Barcelona menang 5 kali dari tujuh laga, itu hal biasa. Demikian pula Real Madrid. Namun, bagaimana dengan keadaan Levante saat ini?

 

Setara Dengan Barcelona

Klub berjuluk Granotes ini memisahkan Barcelona dan Real Madrid. Menang 5 kali dan dua kali memetik hasil imbang, nilai Levante bahkan sama dengan Barcelona.

Kalau Liga Spanyol dimulai pada pekan ketiga (atau pekan keempat karena jadwal pekan pertama tertunda), Levante justru yang menjadi pemuncak klasemen. Sempat hanya memetik 2 angka di 2 laga awal, pasukan Juan Ignacio Martínez mencetak 5 kemenangan berturut-turut.

Prestasi ini jelas sangat luar biasa. Musim lalu, Levante cuma meraih 12 kemenangan —2,4 kali lipat jumlah kemenangan musim ini—. Mereka pun cuma duduk di posisi 14 pada klasemen akhir.

Namun, semuanya berubah dalam sekejap. Dihadirkannya gelandang gaek, José Barkero dari Numancia, menjadi kunci keberhasilan Levante. Barkero mencetak 2 gol sejauh ini. Termasuk sebuah ketika Levante mencukur klub kaya baru, Malaga 3-0 Minggu kemarin.

http://www.youtube.com/watch?v=a_z0rdVxQYo&feature=related

 

Berkat Pemain Uzur

Jika dilihat dari segi usia, para pemain inti Levante terbilang sudah sangat berpengalaman kalau tidak bisa disebut uzur. Kita bisa melihat susunan pemain mereka saat menghadapi Malaga kemarin:

  • Gustavo Munua (Kiper, 33 tahun)
  • Victoriano Nano (Bek, 31 tahun)
  • Sergio Ballesteros (Bek/Kapten, 36 tahun)
  • Juanfran (Bek, 35 tahun)
  • Javi Venta (Bek, 35 tahun)
  • Francisco Farinos (Gelandang, 35 tahun)
  • Vicente Iborra de la Fuente (Gelandang, 23 tahun)
  • Jose Barkero (Gelandang, 32 tahun)
  • Juanlu (Gelandang, 30 tahun)
  • Valdo (Gelandang, 30 tahun)
  • Arouna Koné (Penyerang, 27 tahun)

Hanya dua dari 11 pemain yang berusia 30 tahun. Namun, kematangan bermainlah yang setidaknya menjadi modal utama pasukan Granotes. Apalagi kebanyakan sudah beberapa musim berada di Levante.

 

Sampai Kapan Bertahan?

Pertanyaannya, sampai kapan mereka akan melaju di La Liga? Biasanya, klub-klub kejutan gampang naik, gampang pula hancur.

Real Betis contohnya. Awalnya, mereka adalah tim promosi terbaik di tiga liga besar Eropa. Namun, tiga kekalahan dalam tiga laga terakhir membuat Betis tercecer. Terakhir, mereka dibekap Real Madrid 4-1 di Santiago Bernabeu.

Kelak, Levante hampir pasti bernasib sama. Setidaknya, kejutan hingga pekan ketujuh, adalah prestasi tersendiri dari klub yang terbiasa berkubang di Segunda Division dan bolak-balik degradasi-promosi ke Primera Division.
Tinggal waktu yang membuktikan setangguh apa ramuan Juan Ignacio Martinez, yang baru musim ini menangani Si Katak ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda