Scroll to Top

Blatter Terpilih Lagi Menjadi Presiden FIFA

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 07 Jun 2011

 

Ternyata, tidak hanya PSSI saja yang bermasalah dengan pemilihan ketua umumnya. Pemilihan Presiden FIFA pada periode 2011 hingga 2015 juga diwarnai dengan kontroversi.

Sepp Blatter, Presiden FIFA periode sebelumnya, sebenarnya sudah menjadi Presiden FIFA dalam tiga kali masa jabatan. Yang pertama, pada periode 1998—2002. Kala itu, Blatter menggantikan posisi Joao Havelange, salah satu legenda Brazil.

Selanjutnya, pada 2002, Blatter kembali terpilih untuk lima tahun ke depan. Pada 2007, Blatter sekali lagi terpilih. Kali ini ia dipilih karena tidak ada lagi calon lain atau dalam kata lain, saat itu Blatter menjadi calon tunggal. Padahal, saat itu Blatter hanya dinominasikan oleh 66 dari 207 anggota FIFA.

Periode 2011, sebenarnya ada calon selain Blatter. Ia adalah  Mohammad bin Hamam, Ketua AFC. Namun, di tengah jalan, ia memutuskan untuk mengundurkan diri. Lagi-lagi, Blatter menjadi calon tunggal.

Dengan keadaan semacam ini, Blatter secara mutlak memenangkan pemilihan Presiden FIFA. Ia dipilih oleh 186 dari 203 anggota FIFA. Maka, jika tidak ada aral melintang, Blatter akan mengepalai FIFA selama 17 hingga 18 tahun.

Selama memimpin FIFA, Blatter tidak lepas dari kritik. Ia dipandang tidak mengandalkan teknologi yang memungkinkan kerja wasit menjadi 100% benar. Apalagi ketika tendangan Frank Lampard di Piala Dunia 2010, yang semestinya sudah masuk, tidak digubris wasit karena penglihatan manusia yang terbatas. Blatter berkilah, kesalahan wasit adalah hal yang manusiawi.

Di era Blatter, sempat tercetus ide silver goal menggantikan golden goal. Namun, akhirnya peraturan ini berubah. Kini, kebanyakan pertandingan tidak menerapkan silver goal atau golden goal dengan alasan lebih fair.

Sejak era Blatter pula, pemain dilarang melepas kaos untuk merayakan gol. Jika ada pemain yang berani berbuat demikian, dipastikan kartu kuning langsung melayang.

Komentar Anda