Scroll to Top

Hidup Jadi Model Ternyata Berat

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 19 Oct 2011

beratnya jadi model

Jadi model papan atas menjadi impian sebagian wanita. Popularitas, kehidupan parlente, dan mudah mendapatkan banyak uang, menjadi iming-iming yang cukup menggiurkan. Namun, ternyata kehidupan model terkenal itu harus dibayar dengan harga mahal.

Model Australia, Crystal Copland, berkeluh kesah tentang kehidupannya. Dia mengalami kerontokan rambut, kurang tidur, dan kaki yang penuh ruam. Pekerjaannya itu penuh tekanan. Berat badan harus dijaga mati-matian agar sesuai dengan ukuran baju dan sepatu yang disediakan.

“Biasanya sepatu yang disediakan bernomor 40. Syukur kalau ukuran tersebut pas di kaki. Jika kekecilan, mereka harus tahan untuk berjalan dengan alas kaki sempit atau jika terlalu besar. mereka harus pandai-pandai menahan diri untuk tidak jatuh,” kata Copland, sebagaimana dikutip Women’s Wear Daily.

Tekanan kerja juga dirasakan waktu di belakang panggung sebelum menuju catwalk. Suasana cukup riuh dan menegangkan. Orang saling berteriak dan berlarian. Bahkan, ungkap Copland, sampai ke toilet pun tidak memungkinkan.

Copland juga sempat stres gara-gara kurang tidur. Suatu ketika, dirinya dirundung kepenatan dengan segudang aktivitas. Tanpa disangka, pukul tiga pagi, dia ditelepon untuk datang melakukan pengepasan ulang baju di  Louis Vuitton. Hanya saja, karena dia cukup bersemangat, beban itu tidak terlalu dirasakannya.

“Mudah untukku selalu terjaga meski kurang tidur. Karena, aku sangat bahagia dan bersemangat,” kata model berusia 20 tahun itu.

One thought on “Hidup Jadi Model Ternyata Berat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda