Scroll to Top

Pangeran William Mengkritik FIFA

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 07 Jun 2011

Siapa yang tidak mengenal Pangeran William? Calon raja Inggris yang baru saja melangsungkan pernikahan dengan Kate Middleton ini ternyata tidak hanya terlibat dalam kegiatan militer semata. Ia juga berbicara tentang FIFA.

Tidak tanggung-tanggung, Pangeran William berani menyentil organisasi yang dipimpin oleh Sepp Blatter tersebut.
Usut punya usut, ternyata Pangeran William adalah presiden kehormatan FA (PSSI-nya Inggris). Alhasil, kebijakan atau keputusan apa pun dari FIFA yang memberatkan FA bakal diperhatikannya. Salah satu keputusan FIFA yang menurut FA kontroversial adalah penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Menurut gosip, terdapat rekayasa dari oknum tertentu untuk memenangkan Qatar dalam kampanye menjadi tuan rumah Piala Dunia. Apalagi sebenarnya Qatar tidak memiliki sejarah yang kuat di Piala Dunia. Jika dibandingkan dengan sesama negara Timur-Tengah, mereka kalah dari Arab Saudi dan Iran yang sering masuk putaran 32 besar.

Ditambah, dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar bersaing dengan negara yang lebih mapan. Negara tersebut adalah Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Tidak salah kalau muncul dugaan, Qatar telah “membeli” jatah tersebut dengan kompensasi pada beberapa pihak.

Inggris, yang sakit hati dengan ketidakberhasilan mereka menjadi Piala Dunia 2018 (kalah dari Rusia) menjadi pihak yang terpancing oleh isu ini. Jika isu pembelian jatah tuan rumah Piala Dunia ini benar adanya, bukan tidak mungkin mereka juga diperlakukan dengan cara yang sama saat kalah dari Rusia.

Belum lagi masalah lolosnya Sepp Blatter sebagai calon tunggal ketua FIFA pada 1 Juni 2011 kemarin. Blatter lolos setelah Mohammed bin Hammam mengundurkan diri.

Maka, Pangeran William kemudian mendesak akan adanya transparansi dari FIFA dalam segala lini demi sepakbola yang lebih baik. Lelaki yang juga menjadi anggota angkatan udara Inggris ini juga meminta FIFA lebih terbuka tentang beberapa isu kasus korupsi yang mulai muncul di tubuh mereka.

Akankah ucapan sang pangeran akan didengarkan oleh Blatter? Rasanya mustahil. Maklum, Presiden FIFA ini terbiasa cuek terhadap kritik apa pun.

 

Komentar Anda