Scroll to Top

Grup F Liga Champions: Menekuk Marseille 0-1, Arsenal Tim Teratas

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 20 Oct 2011

Aaron Ramsey Marseille 0-1 Arsenal

Sebelum berangkat ke Marseille, Arsene Wenger mengomentari betapa beratnya Liga Champions. Sekaligus, rendahnya ekspektasi publik. Katanya, “Kompetisi ini (Liga Champions) memiliki ekspektasi lebih rendah (karena persaingan lebih ketat) dan dengan demikian, tekanannya pun tak seberat di liga.”

 

Berkat Ucapan Wenger

Wenger mengucapkan hal itu untuk dua hal. Pertama, menunjuk pada kenyataan bahwa Marseille dan Arsenal sama-sama “tercecer” di liga, tapi berpeluang besar di Liga Champions. Marseille ada di peringkat 13 Ligue 1.  Sementara, Arsenal ada di peringkat 10.

Kedua, memberi semangat kepada anak asuhnya yang masih belum berpengalaman dan labil. Apalagi Arsenal baru saja menang 2-1 atas Sunderland di Premier League, meski dengan perjuangan yang demikian berat.

Semangat yang disuntikkan Wenger inilah yang berbuah manis bagi Arsenal. Meskipun berstatus sebagai tim tamu, The Gunners sama sekali tidak canggung. Mereka unggul dalam ball possessions (54% berbanding 46%). Demikian pula dengan tendangan tepat mengarah ke gawang (5 berbanding 2).

 

Pahlawan Bernama Aaron Ramsey

Arsenal sebenarnya tidak membutuhkan waktu hingga detik-detik terakhir untuk memastikan tiga angka. Sempat sama kuat di babak pertama, skor kacamata bertahan hingga 45 menit.

Babak kedua, Arsenal yang bisa dikatakan Barcelona-nya Inggris ini lebih agresif. Dua kali kiper Olympique Marseille, Steve Mandanda harus jatuh bangun menangani aksi Theo Walcott dan Robin Van Persie.

Gol yang dinanti-nanti pun lahir. Dari sebuah umpan lambung di menit terakhir, kontrol bola Gervinho diberikan ke ruang kosong. Di sanalah, Aaron Ramsey yang sempat diragukan tampil dan turun sebagai pemain pengganti, muncul. Dengan dingin, ditembakkannya bola ke sudut kanan. 0-1 dan seluruh stadion terdiam.

Kemenangan ini membawa Arsenal memuncaki klasemen Grup F. Mereka mengudeta Marseille yang sebelumnya mulus meraih dua kemenangan di matchday 1 dan 2.

Mengingat pada matchday 4 kedua tim akan bertemu di Emirates Stadium, peluang Arsenal untuk memperlebar jarak semakin besar.

 

Buah Ucapan Juergen Klopp

Olympiacos 3-1 Dortmund

Sementara itu, ucapan buruk pelatih Juergen Kloop menghasilkan kekalahan kedua Borussia Dortmund di Liga Champions.

Sebelumnya, Klopp bersikap santai dan tidak memikirkan prestasi anak muda asuhannya di kompetisi ini. Bahkan, ia siap dengan kemungkinan terburuk, Dortmund duduk di peringkat terakhir dan kembali berkonsentrasi di liga domestik.

 

Dortmund Sudah Terbobol Tujuh Kali

Hal inilah yang terjadi. Tuan rumah Olympiacos yang dari segi nama besar kalah dari mereka, justru bisa menekuk Dortmund 3-1. Menguasai ball possessions, tidak berarti Shinji Kagawa dkk. akan menang.

Bahkan, mereka langsung tertinggal di menit 8. Jorge Halebas membobol gawang Roman Weidenfeller yang musim lalu begitu susah ditaklukkan di Bundesliga.

Asa Dortmund sempat terjaga lewat gol Robert Lewandowski di menit 26. Namun, pada akhirnya tuan rumah sukses mengamankan tiga angka pertama mereka. Gol Rafik Djebbour di menit 40 sukses dilanjutkan oleh gol bek Francois Modesto di menit 78.

Dengan kekalahan ini, Dortmund berada di dasar klasemen. Mereka hanya mengoleksi satu angka. Jumlah kebobolan pun begitu buruk. Tercatat, Weidenfeller sudah 7 kali memungut bola dari gawangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda