Scroll to Top

Juara Liga Prima Indonesia Dijanjikan Hadiah 2,5 Miliar

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 20 Oct 2011

Indonesian Premier League

Musim lalu, Persipura menjuarai ISL (Indonesian Super League) dengan hadiah 2 miliar. Musim ini, liga pengganti ISL (dan LPI) yaitu Indonesian Premier League, menjanjikan uang yang lebih besar. PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) bersiap mengucurkan 2,5 miliar untuk sang juara. Totalnya, peringkat pertama hingga keempat  liga akan mendapatkan 4,75 miliar.

  • Juara I: 2,5 miliar
  • Juara II: 1 miliar
  • Juara II: 750 juta
  • Juara IV: 500 juta

Iming-iming bonus ini boleh jadi merupakan salah satu niatan PSSI untuk menghasilkan liga yang lebih profesional. Selain itu, setiap peserta IPL (Indonesian Premier League) akan mendapatkan insentif sebesar 2 miliar. Sayang, pemberian ini baru terjadi pada Januari 2012. Jika mengacu pada draft kompetisi yang sempat diluncurkan, IPL sendiri sudah dimulai pada 26-27 November mendatang.

 

Divisi Utama Terdiri dari 47 Klub

Sementara itu, konsentrasi PSSI “terpecah” untuk menangani liga di bawah IPL. Kompetisi Divisi Utama rencananya akan digelar sejak 27 November 2011. Pendaftaran peserta sudah bisa dilakukan sejak esok Jumat, 21 Oktober hingga 5 November mendatang.
Rencananya, Divisi Utama akan diikuti 47 klub.

Jumlah yang fantastis ini akan dibagi ke dalam empat wilayah. Jumlah ini menggelembung dibandingkan musim lalu. Musim 2010/2011, Divisi Utama terdiri dari 39 klub yang terbagi ke dalam tiga wilayah (1 wilayah  terdiri dari 13 klub).

Melihat dari mepetnya jadwal pendaftaran dan kompetisi yang cuma berbeda 22 hari, jelas butuh keajaiban ekstra untuk PSSI demi menjaga profesionalisme yang selama ini ingin mereka junjung. Belum lagi masalah regulasi, transfer pemain, dan lain-lain.

 

Jadwal Yang Berubah-Ubah

Kita bisa membandingkan dengan IPL. Hingga saat ini, bahkan dalam situs resmi IPL, (www.ligaprimaindonesia.com) belum ada jadwal pertandingan yang rencananya akan diumumkan minggu ini. Sementara, terjadi perubahan jadwal dari draft yang semula disodorkan oleh PSSI kepada klub-klub peserta liga. Arema yang sedianya melawan Persiraja pada 27 November, berganti menghadapi PSM Makassar.

Kerja yang kurang apik ini bukan tidak mungkin akan menular ke kompetisi lain. Kalau tidak, akan membuat rasa tidak percaya klub-klub peserta semakin membesar.

14 klub yang menolak IPL, misalnya. Mereka ngotot untuk tetap ikut ke dalam ISL. Padahal, ISL sendiri sudah divakumkan dan sebagai gantinya muncullah IPL.

Klub-klub tersebut tidak hanya mengeluhkan jadwal pertandingan yang tidak masuk akal. Tetapi juga masalah administrasi, “keadilan” status mereka yang berasal dari ISL (dan mesti bertemu klub “asing” dari liga “liar” Liga Primer Indonesia).

 

Pesimisme Sejak Awal

Belum lagi masalah kesepahaman berapa persen saham PT LPSI yang diberikan kepada klub. Awalnya, 99% untuk klub dan 1% untuk PSSI. Kini, karena masalah teknis pembubuhan nama, Djohar Arifin dari PSSI mendapatkan 70% sedangkan klub hanya 30%.

Kalau untuk liga yang paling besar menyedot keuntungan saja PSSI dan PT LPSI kurang mampu, apakah kompetisi di bawah IPL bisa dijamin keberhasilannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda