Isaac Cuenca: Jebolan La Masia Ke-18 di Barcelona dalam Era Guardiola

Isaac Cuenca

Siapa pun yang menonton pertandingan Barcelona menghadapi Viktoria Plzen Kamis lalu, pasti mengetahui kehadiran seorang pemain debutan Azulgrana. Siapa lagi kalau bukan Isaac Cuenca.

 

Pemain ke-18

Pemain berusia 20 tahun ini masuk menggantikan David Villa, sang pencetak gol kedua Barcelona. Sayap kanan ini memang cuma tampil “demi membuang waktu”. Namun, seperti yang dilansir oleh situs resmi Barcelona, kehadiran pemain bernomor punggung 39 ini menunjukkan kepedulian Josep Guardiola pada para pemain muda.

Mengapa bisa dikatakan demikian? Tercatat, sejak Pep menangani Blaugrana pada musim 2008/2009, ia sudah melemparkan 18 pemain dari akademi La Masia ke tim senior.

No. Pemain Posisi Usia Debut
1 Sergio Busquets G/B 20
2 Thiago Alcantara G 17
3 Xavi Torres G 22
4 Marc Muniesa B 17
5 Alberto Botia B 19
6 Abraham Gonzales G 24
7 Andreu Fontas B 20
8 Jonathan dos Santos G 19
9 Gai Assulin G 18
10 Jonathan Soriano P 24
11 Mac Bartra B 18
12 Oriol Romeu G 20
13 Sergi Gomez B 17
14 Ruben Mino K 21
15 Manuel Agudo DurĂ¡n (Nolito) P/G 24
16 Martin Montoya B 19
17 Sergi Roberto G 18
18 Isaac Cuenca G 20
P: Penyerang
G: Gelandang
B: Bek
K: Kiper

 

Busquets dan Thiago Paling Sukses

Dari delapan belas nama tersebut, Sergio Busquest dan Thiago Alcantara yang paling sukses. Mereka berhasil merebut hati Pep. Bahkan, menjadi tulang punggung klub asal Catalan ini.

Nama berikutnya yang cukup berhasil adalah Andreu Fontas. Melakukan debut pada usia 20 tahun, kini ia menjadi salah satu bek di tim utama. Apalagi mengingat kebijakan Pep yang memainkan para gelandang sebagai bek dan rentan cederanya Gerard Pique dan Carles Puyol.

Selebihnya, ada beberapa pemain debutan dalam tiga tahun ini, yang sudah berpindah ke klub lain. Nama yang paling terkenal tentu Oriol Romeu yang dibeli Chelsea. Pemain utama timnas Spanyol U-20 ini kemarin turut dalam pembantaian Racing Genk 5-0.

 

Meneruskan Era Rijkaard

Memang, kalau dibandingkan dengan Frank Rijkaard dari segi kualitas pemain debutan saja, Pep belum terlalu berhasil. Setidaknya, Rijkaard sukses menelurkan pemain binaan La Masia yang sekarang menjadi kunci permainan Barcelona era Pep. Mereka adalah Lionel Messi dan Pedro Rodruiguez.

Namun, bagaimana pun, Pep-lah yang meramu jebolan akademi La Masia hingga bisa mendapatkan pencapaian seperti saat ini: tim terbaik dunia.

Komentar Anda

Leave A Response