Scroll to Top

Kapan Kesuburan Pria Menurun?

By Ika / Published on Friday, 21 Oct 2011

laki-laki dan anak

Wanita bisa mengalami saat-saat ‘tidak subur’ ketika menginjak masa menopause, bagaimana dengan laki-laki?

Menurut para peneliti, kesuburan seorang pria ternyata bisa dipengaruhi oleh faktor usia, bahkan kualitas sperma (yang mempengaruhi tingkat kesuburan) bisa selalu berbeda setiap tahunnya. Peneliti juga mengungkapkan bahwa seorang pria berusia di atas 41 tahun, kemungkinan untuk memiliki anak sudah mulai menurun.

Penelitian ini dilakukan dengan metode IVF (In Vitro Fertilisation), di mana sperma akan membuahi sebuah sel telur di luar tubuh manusia. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa kesuburan pada pria berusia 41-45 tahun, menurun sebanyak 7% setiap tahunnya. Sedangkan pada usia di atas 45 tahun, kesuburan menurun lebih cepat.

Pada penelitian yang menggunakan IVF ini, sperma yang berhasil membuahi sel telur, rata-rata adalah sperma dari pria berusia 41 tahun. Sedangkan sperma dari pria berusia 45 tahun, rata-rata tidak berhasil melakukannya.

Dari studi ini juga diketahui bahwa kemungkinan terjadinya kehamilan turun menjadi 60% pada seorang wanita yang suaminya berusia 41 tahun. Sedangkan bagi suami berumur 45 tahun, kemungkinan terjadinya kehamilan lebih rendah lagi, yaitu 35%.

“Pria punya jam biologis. Hal ini memang tidak sama seperti wanita, namun mereka tidak bisa menunggu terlalu lama untuk memiliki seorang anak,” kata seorang peneliti bernama Paula Fettback seperti dikutip Sidomi News dari Daily Mail.

Seorang pria tua dengan kesuburan yang menurun memang bukan berarti tidak bisa memiliki anak, namun ada resiko lain yang tidak bisa diabaikan begitu saja, yaitu anak-anak mereka bisa saja mengalami cacat jantung, autisme, atau epilepsi. Hal ini mungkin disebabkan oleh kualitas sperma yang sudah tidak sempurna lagi.

Namun Charles Kingsland, seorang konsultan dari Woman’s Hospital di Liverpool, meragukan hasil penelitian tersebut. Ia juga mengatakan bahwa kualitas dari sel telur wanita adalah jauh lebih penting dalam masalah reproduksi. Walau begitu ia tetap memberi nasehat pada semua laki-laki untuk melakukan pola hidup sehat apabila ingin memiliki tingkat kesuburan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda