Scroll to Top

Sriwijaya FC Menunggu Itikad Baik PSSI, Awak Persib Bersiap Menjadi “Robot” di IPL

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 21 Oct 2011

Indonesian Premier League

Sebulan menjelang pembukaan IPL, Sriwijaya FC mulai “melunak”. Klub yang sebelumnya menolak masuk ke dalam liga “terbaru” PSSI ini bersedia mengikuti kompetisi dengan beberapa persyaratan. Sementara itu, Persib Bandung yang sudah menggelar laga perdana dan sejak awal setuju dengan IPL, bersiap untuk mengarungi kompetisi panjang yang akan memaksa para pemainnya bagaikan “robot”.

 

Asal PSSI Berubah Sikap

Awalnya, klub yang bermarkas di Stadion Jaka Baring ini menolak keras bergabung dengan IPL jika kepengurusan PSSI masih melakukan cara yang kacau-balau. Maklum, permasalahan IPL begitu kompleks.

Pertama, jadwal yang dikerjakan dengan “mata terpejam” karena hanya asal mengacak 24 tim yang berkompetisi tanpa mempertimbangkan jarak tempuh sebuah tim dari sebuah pertandingan ke pertandingan lain. Beruntung, jadwal ini sudah teratasi dengan baik, meskipun hingga kini jadwal tersebut belum dipajang di situs resmi IPL.

Kedua, IPL seolah-olah mengangkangi keberadaan ISL. IPL menyerap klub-klub yang berasal dari Liga Primer Indonesia. Bahkan, 17 Oktober lalu, Sriwijaya masih mengklaim bahwa PT Liga Indonesia yang menangani ISL musim 2010/2011, masih memiliki otoritas untuk menggelar kompetisi.

Kini keadaan sedkit berubah. Sriwijaya FC siap mengambil manuver dalam waktu dekat. Sebelumnya, PSSI telah mengirimkan surat kepada setiap klub tentang konfirmasi pendaftaran ulang peserta IPL. Selama beberapa hari ke depan, Sriwijaya FC akan memantau keadaan. Jika PSSI terbukti beriktikad baik dan memperbaiki kompetisi, mereka akan melakukan pendaftaran ulang.

Namun, masalahnya tetap sama. Sriwijaya FC mempertahankan sikap memaksa PSSI untuk mematuhi hasil Kongres Bali dan statuta PSSI. Artinya, secara implisit, klub-klub dari IPL mesti dibuang dan kompetisi dikembalikan ke ISL.

 

Berlaga Bagaikan Robot

Sementara itu, Persib yang siap mengarungi IPL sejak awal, bukannya tanpa keluhan. Untuk pertama kalinya, Maung Bandung akan menggelar laga dengan 23 tim lain dalam kompetisi penuh. Artinya, mereka mesti melakoni 46 pertandingan; jumlah yang jauh lebih banyak daripada liga-liga besar Eropa.

Masalahnya, Indonesia bukanlah Italia, Spanyol, atau Inggris. Negara kita memiliki wilayah yang jauh lebih luas dengan transportasi yang lebih terbatas. Dengan jadwal ketat dan waktu istirahat yang cukup minimal, para pemain yang mengikuti IPL mesti bekerja bagaikan robot, tak kenal lelah.

 

Keadaan dua klub tersebut mencerminkan keadaan klub-klub lain. Semua serba bingung, khawatir, dan tidak yakin tentang IPL. Mungkinkah ini hanya arogansi klub yang belum sepenuhnya menerima kepengurusan PSSI sekarang, ataukah memang PT LPIS dan PSSI yang kurang memiliki kompetensi menggelar liga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda