Scroll to Top

Malaga vs Real Madrid: Balas Dendam Manuel Pellegrini dan Ruud Van Nistelrooy?

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 22 Oct 2011

Ruud Van Nistelrooy Malaga

Dengan kekayaan Syeikh Al-Thani, semestinya Malaga bisa membeli pemain-pemain yang lebih segar alih-alih para pemain bintang yang sudah berkepala tiga.

Namun, apa boleh buat. Tampaknya, strategi sementara pemilk Malaga ini adalah membidik posisi paling mungkin untuk timnya pada akhir musim ini. Setelah itu, barulah menarik minat pemain baru dengan belanja yang lebih besar-besaran.

Maklum, berbeda dengan Manchester City yang setidaknya merupakan klub papan tengah ketika dibeli Syeikh Al-Mansour, Malaga adalah klub papan bawah yang jika bertahan di Primera Division saja harus mengembuskan napas lega.

 

Perbedaan Besar

Menghadapi Real Madrid yang sedang berada dalam trek positif, Malaga berada dalam bahaya besar. Dalam 5 pertandingan terakhir, Los Merengues menembus gawang lawan sebanyak 21 kali. Rata-rata, mereka mencetak 4,2 gol di setiap pertandingan.

Uniknya, dalam 3 pertandingan terakhir, Madrid selalu mencetak 4 gol. Menghadapi Espanyol di laga tandang, mereka menang 4-0. Kemudian, mencukur Real Betis 4-1. Terakhir, menghajar Olympique Lyon 4-0.

Sebaliknya, Malaga pekan lalu baru saja dihajar Levante 3-o. Plus, mesti bermain tanpa kiper Willy Caballero yang dalam pertandingan tersebut menerima kartu merah. Wajar kalau siapa pun mengunggulkan pasukan Jose Mourinho dalam laga ini.

 

Barisan Sakit Hati

Malaga semestinya memanfaatkan semangat balas dendam mantan tiga awak Real Madrid di tim. Ada Julio Baptista, Ruud Van Nistelrooy, dan Manuel Pellegrini. Nama pertama kemungkinan besar absen karena masih berkutat dengan cedera.

Dua nama terakhir inilah yang tengah disorot. Baru-baru ini, Pellegrini menyatakan bahwa Real Madrid terbaik terjadi pada masa ketika ia melatih. Ia juga mengkritik halus kebijakan Florentino Perez yang asal main pecat pelatih sekehendak hatinya.
Ruud Van Nistelrooy sendiri, kita tahu siapa dirinya.

Awal tahun 2010, mantan bomber Real Madrid tersebut dibuang ke Hamburger SV. Salah satu tujuan Nistelrooy kembali ke Liga Spanyol tentu membuktikan kepada jajaran direksi Real Madrid, di usia tuanya ia masih mampu mencetak gol. Seandainya ia bisa membobol gawang Iker Casillas, tentu akan menjadi prestasi tersendiri bagi pemain 35 tahun ini.

 

Disiarkan TVOne

Namun, pada akhirnya, berat bagi Malaga memenangi partai ini. Bahkan meski laga digelar di stadion sendiri, La Rosaleda. Rekor timnya selalu menang di kandang menjadi satu-satunya  harapan bagi Nistelrooy untuk mewujudkan dendamnya. Pertandingan ini bisa ditonton pada Minggu, 23 Oktober 2011 pukul 01.00 WIB di TVOne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda