Scroll to Top

Tekanan Darah Tinggi Berhubungan dengan Penurunan Fungsi Otak

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 17 Jun 2014

hipertensi

Jika saat ini Anda punya kecenderungan memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, sebaiknya mawas diri dari sekarang. Sebaiknya Anda selalu melakukan kontrol agar tekanan darah dapat dipacu normal kembali. Pasalnya, hipertensi membawa dampak pada berbagai kemunculan penyakit seperti jantung, ginjal, sampai kebutaan. Studi terbaru menunjukkan, hipertensi juga memengaruhi fungsi otak.

Hal tersebut tidak terjadi seketika. Otak yang terpengaruh fungsinya akibat hipertensi justru diawali oleh adanya riwayat tekanan darah tinggi di usia muda. Artinya, jika usia muda sudah mengalami hipertensi maka dapat berlanjut ke usia tua dan berdampak pada otak.

Seperti dikutip dari Okezone Huffington Post, pada orang yang memiliki tekanan darah sitolik lebih tinggi dibanding tekanan darah diastoliknya, makan dihubungkan dengan adanya peningkatan risio terjadinya lesi di otak dan kemungkinan terjadi perdarah di otak kecil. Dari hasil studi dikatakan, kejadian tersebut kerap dialami oleh orang-orang yang masa mudanya sudah memiliki masalah hipertensi. Sementara itu, orang yang waktunya mudah tidak ada riwayat hipertensi namun memiliki tekanan darah diastolik tinggi di usia tua, maka 50 persen berpeluang mengalami lesi otak dibanding yang tekanan darah diastoliknya rendah.

“Orangtua tanpa riwayat tekanan darah tinggitetapi ketika remaja memiliki tekanan darah tinggi, berada pada peningkatan risiko lesi otak. Di sisi lain, orangtua dengan riwayat tekanan darah tinggi, tetapi saat remaja tekanan darahnya lebih rendah, mungkin memiliki kerusakan organ yang lebih luas dan berisiko mengalami penyusutan otak dan daya ingat,” kata Dr Lenore J. Launer, penulis penelitian, dari National Institute on Aging.

Tekanan darah tinggi adalah salah satu “silent killer”. Orang baru bisa mengetahuinya melalui alat tensimeter. Namun kadangkala orang tidak peduli dengan ukuran tekanan darahnya padahal sudah berada di ambang batas. Jika efek samping tekanan darah tinggi dirasakan, baru kemudian seseorang menyadari untuk menjaga diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda