Scroll to Top

FIFA Menghukum Iran karena Jilbab

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 08 Jun 2011

FIFA melarang penggunaan jilbab. Kasus ini terjadi pada tim sepakbola wanita Iran yang tengah berlaga dalam kualifikasi Olimpiade London 2012.

Kala itu, tim sepakbola wanita Iran yang hendak berhadapan dengan Yordania, mengenakan jilbab (penutup kepala) sebelum berlaga. Kontan saja ofisial pertandingan dan wasit segera menghentikan mereka. Karena tim Iran bersikukuh mesti bertanding dengan kostum ala mereka, pertandingan dibatalkan. Dengan demikian, Yordania dianggap menang WO dengan skor 3-0.

Dalam peraturan FIFA, memang dijelaskan bahwa pesepakbola, entah pria atau wanita, dilarang untuk mengenakan penutup kepala hingga menutupi telinga dan leher. Jika penutup kepala tersebut hanya digunakan untuk menutupi bagian kepala hingga batas rambut, hal ini masih diperbolehkan. FIFA juga melarang penggunaan pesan politis atau religius dalam bentuk apa pun dalam seragam para pemain sepakbola.

Kita tentu ingat bagaimana Frederick Kanoute dihukum karena ketika merayakan gol ia menampilkan tulisan yang mendukung Palestina. Bagi FIFA, perbuatan Kanoute tersebut sarat akan muatan politis.

Meskipun kesannya diskriminatif, sebenarnya FIFA hanya mempermasalahkan kostum dan tindakan “berlebihan” para pemain.

Sulley Muntari, yang jika mencetak gol selalu bersujud syukur, tidak pernah menerima sanksi apa pun. Ia memang memberikan pesan religius. Namun, pesan tersebut tidak melukai siapa pun; dan bahkan layak dipuji.

Pemain lain, Mesut Oezil, terbiasa mengaji (membaca beberapa ayat) sebelum bertanding. Sementara itu, Samir Nasri selalu membaca surat Al-Fatihah jika ingin turun ke lapangan.

Kembali ke kasus tim sepakbola Iran, meskipun mereka mengajukan protes kepada FIFA tentang larangan pemakaian berjilbab dan kekalahan WO mereka atas Yordania, FIFA tidak mengabulkan protes tersebut.  Farideh Shojae, petinggi Federasi Sepakbola Iran berkata, “Kenyataannya, kostum ini (jilbab) bukanlah simbol religius atau politik; benda seperti ini (jilbab) tidak akan melukai lawan-lawan pemain sepakbola kami.”

Komentar Anda