Scroll to Top

Kampanye Antirokok di Indonesia Terganjal Minimnya Tempat Konseling

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 25 Oct 2011

paru-paru menghitam akibat racun rokok

Jumlah perokok di Indonesia sangat banyak, apalagi ditunjang hadirnya pabrik rokok berskala besar. Selain itu, jumlah perokok yang mati akibat rokok tidak kalah tingginya. Di Indonesia, kematian akibat rokok mencapai 200 ribu kasus per tahunnya. Yang cukup kasihan adalah perokok pasif yang sering terpapar asap rokok di tempat umum, namun mereka juga kena imbas racun rokok.

Baru-baru ini, untuk pertama kalinya di Indonesia, muncul kampanye grafis soal bahaya merokok yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta dan World Lung Foundation. Kalau sebelumnya kampanye bahaya merokok hanya diwujudkan dengan beberapa untai kata peringatan, dalam kampanye grafis ini ditunjukkan organ tubuh yang rusak dan anak yang mengalami masalah pernafasan akibat menjadi perokok pasif. Iklan layanan masyarakat itu diputar selama 4 minggu melalui radio dan televisi.

Hanya saja, kampanye antirokok di Indonesia belum berjalan secara menyeleruh. Selama ini hanya terdengar koar-koarnya saja tanpa dibarengi dengan memperbanyak semacam klinik untuk membantu para perokok yang ingin lepas dari rokok.

Menurut dr. Cleophas Marthin Rumende, Kepala Divisi Paru Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI dan RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, mengatakan, banyak perokok mengalami kebingungan untuk mendapatkan konseling dan pendampingan agar dirinya bisa bebas dari rokok. Akhirnya, para perokok ini ditangani dokter spesialis saat kondisi paru-parunya sudah parah.

“Meski ancaman kanker paru-paru dan penyakit lainnya akibat merokok semakin meningkat, tapi di Indonesia belum ada layanan lengkap bagi mereka yang hendak berhenti merokok,” kata Cleophas, seperti dikutip Radio Australia.

Untuk itu, saran Cleophas, perlu dibentuk unit konseling pada berbagai sektor. Apalagi, saat ini pemerintah juga belum mampu melakukan tindakan tegas terhadap aturan larangan merokok di tempat umum.

One thought on “Kampanye Antirokok di Indonesia Terganjal Minimnya Tempat Konseling”

  1. Saya selalu mendo’akan org yang berbagi asap rokok supaya disulitkan saat menhadapi sakaratul maut nya.
    Asap roko sangat merugikan sekali untuk yg pasif dalam semua hal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda