Scroll to Top

APOEL: Kuda Hitam Liga Champions 2011/2012

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 26 Oct 2011

APOEL vs Zenit

Grup G di Champions League 2011/2012 mungkin merupakan grup paling tidak populer. Maklum, di sana tidak berlaga klub-klub elite Liga Italia, Liga Spanyol, atau Inggris.

Bahkan perwakilan Liga Jerman dan Prancis yang dianggap berada selevel di bawah ketiga liga besar Eropa itu juga tidak tercantum.

Tiga Klub Elite

Namun, sejatinya grup ini dihuni para klub yang namanya sangat familiar. Di sini ada Porto, mantan klub Andre Villas-Boas musim lalu. Porto sendiri memenangkan Europa League musim 2011/2012 beserta tiga gelar lain.

Prestasinya di Liga Champions dalam dekade 2000-an lebih baik daripada peserta lain jika dilihat dari keberhasilan mereka menjuarai turnamen terbesar klub Eropa itu pada musim 2003/2004.

Kemudian, ada Shakhtar Donetsk. Perwakilan rutin Ukraina ini juga bukan anak baru di pentas Liga Champions. Zenit St. Petersburg yang pernah memboyong Europa League juga sering kita dengar.

Pertama Kali dalam Sejarah

Nah, bagaimana dengan APOEL? Juara Liga Siprus ini, meski tidak bisa dibilang debutan, jelas merupakan anak bawang di babak 32 besar Liga Champions. Sejak UEFA ingin meningkatkan “daya saing” klub dari negara kelas bawah Eropa, bisa dikatakan bahwa APOEL adalah salah satu pengambil keuntungan terbaik.

Musim 2009/2010, mereka sukses menerobos babak 32 besar Liga Champions. Bersanding dengan Chelsea, Porto, dan Atletico Madrid, nyatanya APOEL bisa memberikan perlawanan sengit.

Mereka mampu menahan imbang Chelsea 2-2 di Stamford Bridge di laga terakhir. Posisi terakhir di klasemen pun hanya karena ketidakberuntungan. Mereka yang memiliki selisih gol lebih baik daripada Atletico Madrid sang peringkat ketiga, kalah agresivitas gol tandang. Di kandang Atletico, APOEL bermain imbang 0-0 sedangkan di Nicosia, APOEL ditahan 1-1.

Musim 2011/2012 Menjadi Yang Terbaik

Musim ini, keadaan jauh lebih luar biasa. Dengan skuad multinasional, APOEL mampu menduduki posisi pertama hingga matchday 3 Liga Champions. Mereka menekuk Zenit St. Petersburg 2-1 di kandang pada 13 September 2011 lalu. Kemenangan ini menjadi tiga angka pertama bagi APOEL di babak 32 besar.

http://www.youtube.com/watch?v=gNQOPd3qfK0

Dua pertandingan berikutnya, APOEL lebih sensasional. Bertandang ke markas lawan, mereka bisa menahan imbang Shakhtar Donetsk 1-1. Kemudian, skor sama terulang saat dijamu Porto.

Skuad Multinasional

APOEL boleh berasal dari Siprus. Namun, ketika melumat Zenit St. Petersburg, mereka menurunkan starter XI tanpa seorang pun pemain Siprus. Dengan formasi 4-5-1, skuad mereka terdiri dari kombinasi 5 pemain Brazil, 3 pemain Portugal, 2 dari Yunani, dan 1 dari Makedonia.

  • Kiper: Dionisis Chiotis (Yunani)
  • Bek: Savvas Poursaitides (Yunani)
  • Paulo Jorge (Portugal)
  • Marcelo Jose Oliviera (Brazil)
  • William Boaventura (Brazil)
  • Gelandang: Nuno Morais (Portugal)
  • Helio Pinto (Portugal)
  • Gustavo Manduca (Brazil)
  • Marcinho (Brazil)
  • Ivan Trickovski (Makedonia)
  • Penyerang: Ailton Almeida (Brazil)

Awal November mendatang, APOEL akan menghadapi lawatan Porto. Kemenangan sangat penting untuk mempercepat mereka lolos dari grup. Sekaligus, mencatat sejarah pertama bagi klub Siprus masuk ke babak 16 besar Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda