Scroll to Top

PSSI Memanipulasi Data 18 Klub Peserta Indonesian Premier League?

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 27 Oct 2011

Situasi dunia sepakbola Indonesia berubah dengan cepat. K-14 yang awalnya begitu ingin menggelar Liga Super Indonesia, terpecah. Setidaknya, demikianlah yang terlihat dari pendaftaran kompetisi Indonesian Premier League musim 2011/2012.

Indonesian Premier League

Enam Klub “Membelot”

K-14 hanya menyisakan enam klub saja yang tidak mendaftar hingga batas akhir, Rabu sore kemarin. Mereka adalah sebagai berikut:

  • Persisam Samarinda
  • Persela Lamongan
  • Pelita Jaya Karawang
  • Deltras Sidoarjo
  • Persiba Balikpapan
  • PSPS Pekanbaru.

Keenam klub tersebut mesti siap menerima sanksi dari PSSI. Menurut Sihar Sitorus, Ketua Bidang Kompetisi PSSI, sangat mungkin enam klub tadi tidak bisa mengikuti IPL musim depan. Mengenai sanksi, akan diadakan rapat internal.

18 Klub Mendaftar

Sebaliknya, 8 dari anggota K-14 memasukkan klubnya ke dalam Indonesian Premier League. Mereka bergabung dengan K-10 yang sejak awal mendukung kompetisi gabungan antara ISL, Liga Primer Indonesia, dan dua tim Divisi Utama ini. Ke-18 klub tersebut adalah sebagai berikut.

  • Persiraja Banda Aceh
  • PSMS Medan
  • Semen Padang
  • Persib Bandung
  • Persija Jakarta
  • Persijap Jepara
  • Persiba Bantul
  • Persibo Bojonegoro
  • Persebaya Surabaya
  • Persema Malang
  • Arema Indonesia
  • PSM Makassar
  • Bontang FC
  • Persidafon Dafonsoro
  • Persiwa Wamena
  • Persipura Jayapura
  • Mitra Kukar
  • Sriwijaya FC.

Persiwa, Mitra Kukar, dan Sriwijaya FC mesti melengkapi dokumen hingga hari ini.

Manipulasi Data?

Demikianlah yang dilansir oleh ligaprimaindonesia.com sebagai situs resmi IPL. Namun, permasalahan belum berakhir. Kita mengingat bahwa Persebaya dan Persija yang dimasukkan ke dalam daftar 18 klub di atas merupakan pecahan dari klub sesungguhnya.

Sementara itu, Sriwijaya FC yang namanya dicatut oleh PSSI dalam daftar 18 peserta IPL, membantah keikutsertaan mereka. Sejak awal, Sriwijaya FC memang menentang IPL. Bahkan, dalam situs resmi mereka, Laskar Wong Kito memfokuskan untuk persiapan ISL musim depan.

Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, membantah percantuman nama Sriwijaya FC tersebut.

Ia mengaku bahwa pihaknya memang berkomunikasi dengan Sihar Sitorus, Ketua Bidang Kompetisi PSSI. Sriwijaya FC belum memberikan keputusan apa pun tentang keikutsertaan mereka.

Jika pencomotan nama Sriwijaya FC dilakukan, PSSI dapat dikatakan melakukan “manipulasi data” peserta liga. Klub-klub yang masih menjajaki peluang dan hanya berkontak, sudah dianggap mendaftar.

Akankah “manipulasi” ini berlanjut? Mungkinkah klub yang terpecah seperti Persebaya dan Persija kelak akan mengganti nama atau bermain dengan nama sama untuk kompetisi berbeda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda