Scroll to Top

Diam-Diam Banyak Wanita Jengkel Pada Mertuanya

By Ilham Choirul / Published on Friday, 28 Oct 2011

jengkel dengan mertua

Berumah tangga itu punya tantangannya sendiri. Jika saat masih bujang tantangannya adalah mencari pasangan, maka setelah menikah akan berhadapan dengan berbagai problematika rumah tangga yang tak kalah peliknya. Termasuk di dalamnya, yaitu berinteraksi dengan mertua.

Banyak yang merasa cocok dengan mertua. Namun, ada juga yang mengeluhkan hubungantersebut. Dalam sebuah jejak pendapat yang dilakukan web Netmums, wanitalah yang lebih cenderung kurang klop terhadap mertuanya. Mertua dianggap terlalu mengontrol, mengganggu, dan cenderung ikut campur.

“Para istri merasa, ibu mertua mereka selalu bersikap meremehkan, mengkritik, dan mengganggu hubungan mereka,” kata Siobhan Freegard, pendiri Netmums, seperti dikutip Daily Mail.

Dari sejumlah 2.000 responden yang ikut survey, rata-rata mereka kurang sabar menghadapi mertuanya. Ada yang sampai stres, sehingga memutuskan pindah rumah agar tidak banyak bertemu mertua. Rasa stres itu salah satunya dipicu¬† sikap mertua yang merasa paling ahli saat mengasuh anak. Atau, sang istri kehabisan akal untuk memperbaiki citranya di depan suami karena “dirusak” sikap mertua.

Dari paparan angka statistik survey tersebut menyatakan, 24 persen wanita menganggap hubunganya dengan mertua buruk. Ada 16 persen yang menilai mertuanya judes. Sekitar 22 persen menganggap mertua berpikir kasar, 25 persen kerap kelebihan mengontrol, 35 persen suka menghakimi, dan 32 persen mengganggu kenyamanan.

“Padahal, ibu mertua bisa menjadi sosok pendukung, terutama bagi ibu baru,” kata Freegard.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda