Scroll to Top

Levante Nyaris Setara dengan Barcelona Era Louis Van Gaal

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 28 Oct 2011

Levante

Levante menciptakan sejarah dengan memuncaki klasemen La Liga pekan kedelapan dan kesembilan. Semua awak dan pendukung Sang Katak berpesta.

Banyak media pun memuji permainan klub yang selama ini lebih sering bergulat lolos dari zona degradasi. Di tengah dominasi Barcelona dan Real Madrid dalam tiga tahun terakhir, Levante menyodok tatanan. Berbekal pemain uzur yang kurang terkenal plus utang yang menumpuk di bank, mereka bisa berkata bahwa uang bukanlah segalanya.

Menang 7 kali dan seri 2 kali. Prestasi ini tidak hanya berlaku untuk sejarah klub saja. Tetapi juga La Liga. Prestasi mereka memang nyaris sempurna. Levante memiliki bekal 78% rekor kemenangan di awal kompetisi hingga pekan kesembilan.

Prestasi perolehan poin ini hanya kalah dari tiga klub mapan sepanjang sejarah La Liga.

  • Pertama, Barcelona pada musim 1997/1998 saat masih diarsiteki oleh Louis Van Gaal.
  • Kedua, Atletico Madrid pada musim 1995/1996.
  • Terakhir, Los Merengues, Real Madrid musim 1987/1988. Ketiga klub tersebut, pada musim-musim tadi, meraih 8 kemenangan dan sekali seri dalam 9 pertandingan. Atau, jika dihitung persentasenya, hampir 90%.

Pertahanan Yang Kokoh

Kunci keberhasilan Levante adalah pertahanan mereka yang rapat. Terbobol 5 kali dalam 9 laga, mereka hanya kalah dari Barcelona yang kemasukan 4 kali. Dengan skuad lini belakang berkepala tiga, hal ini sangat fantastis.

Apalagi barisan bek Levante sudah teruji kala mengganjal Real Madrid. Kala itu, penyerang-penyerang kelas dunia Los Merengues dibuat tak berkutik saat Sang Katak unggul 1-0.

Hal yang lebih baik pernah dilakukan oleh skuad Atletico Madrid pada musim 1995/1996. Saat itu, mereka di bawah salah satu pelatih legendaris, Radomir Antic.

Mengoleksi 8 kemenangan dan sekali seri dari 9 pertandingan, pertahanan klub sekota dengan Real Madrid ini layak disanjung. Mereka cuma terbobol dua kali dari 9 laga (rerata kemasukan 0,22 gol/pertandingan). Yang lebih hebat, Antic mampu membawa Atletico melakukan cleansheet dalam 7 laga.

Rekor Kemenangan Beruntun

Dari segi kemenangan beruntun, Levante musim ini juga masih kalah dari Real Madrid musim 1987/1988. Saat itu, Los Blancos mampu memenangi 8 laga awal. Mereka baru terhenti di laga kesembilan, kala tertahan oleh Athletic Bilbao 0-0 di San Mames.

Selebihnya, Madrid mampu menciptakan pesta mencukur gawang lawan. Tercatat, mereka mengoyak Sporting Gijon 7-0 dan melumat Real Zaragoza 1-7 di kandang lawan.

Sebaliknya, Levante musim ini sempat tersendat di awal-awal La Liga. Namun, dalam tiga pertandingan terakhir, mereka selalu menang dengan kemampuan membobol 3 gol ke gawang lawan (menghajar Malaga 3-0, Villarreal 0-3, dan Sociedad 3-2).

Meskipun demikian, satu hal yang membedakan Levante dari ketiga klub di atas adalah status mereka. Bagaimana pun Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid adalah sesuatu di La Liga. Meskipun nama terakhir kini lebih sering berjuang di papan tengah dan kesulitan bermain konsisten, setidaknya mereka cukup dianggap di La Liga.

Bandingkan dengan Levante yang cuma klub kelas dua. Lebih sering bermain di Segunda Division. Bahkan, jika mereka mampu bertahan di Primera Division musim ini, Levante akan mencatat rekor terlama bertahan di kompetisi teratas La Liga sepanjang sejarah untuk klub: tiga musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda