Scroll to Top

Review Pekan Kesepuluh La Liga: Real Madrid dan Barcelona Kembali Berkuasa

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 31 Oct 2011

Real_Sociedad_0-1_Real_Madrid

Real Madrid dan Barcelona kembali menang. Dua klub penguasa tradisional La Liga ini kini berada di puncak klasemen. Madrid unggul satu angka (25) sedangkan Barcelona mesti merutuki permainan buruk mereka dalam dua pekan sebelumnya.

Melihat keduanya kembali bertengger di papan atas, ada ancaman bagi mereka yang tidak menyukai dominasi Madrid-Barcelona. Ya, bukan tidak mungkin, 28 pekan ke depan, La Liga “sudah berakhir” seperti dalam tiga tahun terakhir.

Sebaliknya, Levante belum menjadi Pangeran Katak seperti dalam dongeng terkenal. Konsistensi, mental juara, dan disiplin tinggi dibutuhkan Juanlu dkk. untuk terus bertahan menguntit Barcelona-Real Madrid. Mengingat skuad mereka dihuni oleh para pemain tua, bisa jadi keadaan akan semakin berat bagi Levante ke depan.

Kekalahan di kandang Osasuna mesti diperhatikan sedetail mungkin. Dua gol tim tuan rumah lahir karena blunder para pemain belakang yang tidak boleh terjadi untuk tim yang membidik posisi teratas.

Di papan tengah, Atletico Madrid akhirnya boleh tersenyum lebar. Klub baru Radamel Falcao ini sukses menang 3-1 Real Zaragoza. Bukan mantan penyerang Porto tersebut yang mencetak gol melainkan Adrian, yang awal musim panas lalu membawa Spanyol u-21 menjuarai European Championship. Hasil ini setidaknya melegakan klub yang sebelumnya mengalami serangkaian hasil buruk.

Valencia 3-1 GetafeYang paling menyegarkan adalah keberhasilan Racing Santander meraih tiga angka. Ini adalah kemenangan pertama pasukan Hector Cuper dalam La Liga musim ini. Melawan Real Betis yang sempat menjadi tim promosi terbaik, Santander berhasil memaksimalkan laga kandang. Penalti Christian Stuani di menit 62 menuntaskan penantian selama 9 pekan.

Bagi Valencia, hengkangnya pemain bintang dari tahun ke tahun cuma membuat masalah di liga Eropa. Di tingkat domestik, kini mereka berada di posisi ke-4. Pemain-pemain muda seperti Jordi Alba dan yang teranyar, Sofiane Feghouli yang dijuluki Zidane Baru, setidaknya bisa meyakinkan kembali para fans. Mosi tidak percaya pun kemungkinan akan melenyap dari pendukung Valencia meski kemungkinan mereka gagal di Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda