Scroll to Top

Rencana Alur Pembunuhan Melalui Facebook

By angelberta / Published on Friday, 10 Jun 2011

Angela Voelkert, seorang wanita 29 tahun sedang mengalami perceraian yang membuat hidupnya mengalami kesulitan. Ia membuat profil palsu di Facebook dengan alasan agar secepatnya mendapatkan beberapa desas-desus kabar laki-laki yang akan segera menjadi mantan suaminya.

Angela membuat account di Facebook dengan identitas palsu. Ia menyamar sebagai seorang gadis 17 tahun bernama Jessica Studebaker. Hingga pada akhirnya David, 38 tahun, yang merupakan mantan suaminya menghubungi Jessica alias Angela. Persahabatan yang dikembangkan antara suami dan profil palsu ternyata jauh lebih memberatkan Angela dari bayangan awalnya. Dibawah ini adalah profil palsu sang istri “Angela Voelkert” yang digunakan untuk menangkap suaminya dalam perencanaan pembunuhan itu.

Dalam pesan “Jessica”, David diduga meminta gadis itu untuk melarikan diri bersamanya. David juga mengaku bahwa ia telah memasang sistem pelacakan GPS pada kendaraan istrinya – kedua hal itu cukup sebagai tuntutan pidana dalam diri mereka.

David kemudian mulai menceritakan pada “Jessica,” alias Angela Voelkert, bahwa ia ingin istrinya lah yang meninggal. David sekarang memberitahu jaksa, bahwa ia tahu account palsu istrinya selama ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa ia ingin mengirim pesan jika ini terjadi?

Berikut adalah beberapa kutipan bukti-bukti dari pengadilan:

“Once she is gone, I don’t have to hide with my kids… I can do what I want and not have to worry about not seeing my family anymore. You should find someone at your school. There should be some gang-bangers there that would put a cap in her ass for $10,000. I am done with her crap!

… See, I am taking care of everything! I will finally be free, my kids can grow up and not be around all the hatred, it will be over. With me gone with my kids, the police can’t pin anything on me as I will be in another state, so I will be fine.

Will you be ready to go with me on the 10th? Let me know, baby!”

Ada begitu banyak hikmah yang bisa kita ambil dari artikel tersebut. Jangan menggunakan perangkat digital atau melalui jalur digital untuk melakukan kejahatan. Jika anda akan melakukan perceraian, kejatahan, atau prostitusi, jangan menggunakan media Facebook. Apapun itu, sebab Facebook bukan media perantara tindak kejahatan atau maksiat yang lain.

 

Komentar Anda