Scroll to Top

Jokowi Presiden 2014 Jadi Harapan Baru Terbukanya Kasus Munir

By Naqib Najah / Published on Tuesday, 26 Aug 2014

Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA) melihat adanya harapan baru terbukanya kasus Munir. Terpilihnya Jokowi sebagai Presiden 2014-2019 membuka potensi terungkapnya pembunuhan aktivis HAM ini.

PPIA membuat acara untuk mengenang sepuluh tahun kematian Munir Said Thalib. Acara dengan tajuk “Munir, Jokowi dan Masa Depan Indonesia” ini digelar di Canberra, Australia. Di dalam acara tersebut, mereka yang hadir ingin mengingatkan presiden terpilih untuk terus berjuang menuntaskan kasus ini.

“Ini sebuah kejanggalan. Kita harus mengingatkan Jokowi agar kasus Munir tidak terabaikan,” tutur Awidya Santikajaya selaku Ketua Indonesia Synergy yang selama ini menjadi forum mahasiswa pascasarjana di Canberra.

Shohib Essir sebagai Presiden PPIA Australian Capital Territory (ACT) percaya, Jokowi akan menjadi asa baru atas terbukanya kasus Munir.

“Terpilihnya Joko Widodo menumbuhkan harapan baru akan dilanjutkannya pengungkapan kasus Munir,” tutur Essir saat siaran pers seperti dimuat di Tempo, Selasa, (26/8).

Setiap pergantian pemerintahan, para aktivis HAM selalu menitipkan amanah supaya kasus Munir bisa terselesaikan dengan tuntas. SBY di awal pemerintahannya juga mendapat desakan yang sama hingga kemudian membentuk tim pencari fakta dengan Marsui Hanafi sebagai pimpinannya.

Dari awal kematian Munir pada 7 September 2004 hingga kini belum ada titik terang. Munir diracuni saat menjalani penerbangan dengan maskapai Garuda Indonesia. Saat itu Munir terbang dari Jakarta menuju Amsterdam. Munir pergi ke negeri kincir angin dengan tujuan melanjutkan kuliah hukum di Universitas Utrecht Belanda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda