Scroll to Top

Golkar Ogah Gabung Kabinet Jokowi, JK: Ya Sudah!

By Aditya / Published on Saturday, 30 Aug 2014

Keyakinan Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla (JK), akan bergabungnya Partai Golkar ke kabinet yang bakal dipimpinnnya bersama Presiden Joko Widodo alias Jokowi, mulai memudar. JK pasrah apabila Golkar memang memutuskan untuk menjadi oposisi.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar itu awalnya yakin jika partai berlambang pohon beringin tersebut akan merapat ke pihaknya. Akan tetapi, melihat perkembangan yang terjadi, Golkar tampaknya akan tetap setia kepada Koalisi Merah-Putih pendukung Prabowo Subianto.

“Tidak bisa dipaksa, kalau (Golkar) tidak mau (gabung Kabinet Jokowi-JK ya sudah,” tukas Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (28/8/2014).

Sejumlah elit Golkar yang berada di lingkungan ketua umum Aburizal Bakrie pun sering menegaskan bahwa mereka tidak akan bergabung dengan pemerintahan baru nanti dan tetap berada di luar lingkaran Kabinet Jokowi-JK.

“Saya sangat yakin tidak akan ada yang pindah atau tergiur dengan tawaran untuk pindah dan bergabung dengan pemerintahan Jokowi-JK,” tegas Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, beberapa waktu lalu.

”Ini kali pertama buat Golkar untuk berada di luar pemerintahan. Buat kami tidak masalah, toh mengabdi untuk negara tidak harus berada dalam pemerintahan. Jika Golkar saja berani, mengapa yang lain tidak?” lanjutnya.

Sejauh ini, komposisi parpol pendukung Kabinet Jokowi-JK belum ada perubahan, yakni PDI-Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda