Scroll to Top

Menpora: Beri Kesempatan PSSI dan Jangan Lagi Ada Liga Tandingan

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 04 Nov 2011

Pihaknya baru saja kebakaran jenggot dengan persiapan SEA Games 2011 yang dikritik berbagai kalangan begitu lambat. Namun, bukan berarti Menpora Andi Mallarangeng tak sempat menengok olahraga paling disukai di negeri ini: sepakbola. Perkembangan demi perkembangan senantiasa dipantau orang nomor satu tentang masalah olahraga di Indonesia.

Andi Mallarangeng menyatakan, pengurus baru PSSI harus diberi kesempatan untuk bekerja plus menjalankan program yang sudah dipersiapkan. Pernyataan ini mengindikasikan keinginan Menpora untuk merujukkan dua pihak yang bertikai, klub vs PSSI selama ini.

Kehadiran Liga Prima Indonesia musim depan memang menimbulkan perseteruan berkepanjangan. Pengurus PSSI dan klub yang menentang, sama-sama berkeyakinan mematuhi statuta FIFA dan PSSI.

Masing-masing mengklaim pihaknya yang benar dengan menafikan yang lain. Bahkan, perang statemen pun lancar dikeluarkan. Media yang berada di tengah konflik pun, seperti mendapatkan “jatah gratis” untuk mengungkapkan kebobrokan sepakbola kita.

Ada pepatah lama yang menyebutkan, bangsa Indonesia hanya bisa bersatu ketika ditekan dan berada dalam tirani. Namun, ketika kebebasan sudah berada di genggaman tangan, menginjak yang lain sampai mati pun sah agar tetap bertahan hidup. Ha inilah yang terjadi.

Menanggapi keinginan para klub sempalan untuk mengadakan liga tandingan, Menpora memilih jalan aman untuk berkomentar. Menurutnya, “Jangan ada liga tandingan.” Andi Mallarangeng menyoroti bahwa keadaan ini sama seperti yang terjadi pada kepengurusan sebelumnya. Ketika itu, demi menyegarkan sepakbola Indonesia plus menggoyang kekuatan Nurdin Halid (dan Bakrie Group), Arifin Panigoro mendirikan LPI.

Namun, Andi Mallarangeng seolah tidak mau berkonflik pula dengan klub-klub lawan PSSI. Katanya, PSSI dipersilakan menyelesaikan semua hal, sesuai aturan yang berlaku. Masalahnya, baik PSSI maupun klub penentang meyakini aturan yang berlaku sudah diterapkan dalam program masing-masing

Implikasi ke depannya, bisa jadi, kedua kubu yang sama-sama keras kepala, akan sama-sama yakin, tengah berusaha menjalankan perintah Menpora. Di mana lagi di belahan dunia ini orang-orang yang suka dan bisa memutarbalikkan ucapan selain bangsa Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda