Scroll to Top

Generasi ’87 Barcelona: Lionel Messi, Cesc Fabregas, dan Gerard Pique

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 05 Nov 2011

Pertandingan Barcelona menghadapi tuan rumah Viktoria Plzen masih menyisakan cerita. Bukan lagi masalah Lionel Messi yang mencetak hattrick. Bukan pula catatan 9 gol hanya dalam 2 laga. Bukan juga rekor gawang tak terbobol 877 menit oleh Victor Valdes.

Messi Fabregas Pique

Melainkan, kembalinya trio generasi ’87. Mereka adalah Lionel Messi (24 Juni 1987), Gerard Pique (2 Februari 1987), dan Cesc Fabregas (4 Mei 1987).

Ketiganya adalah produk akademi La Masia, sama-sama lahir di tahun yang sama, dan sempat terpisah bertahun-tahun. Messi tetap setia berseragam merah-biru hingga karier seniornya.

Pique sempat berlabuh ke Manchester United sebelum ditarik Pep Guardiola pada musim 2008/2009.

Terakhir, Fabregas baru bisa kembali ke kampung halaman setelah menjadi jenderal Arsenal selama tujuh tahun.

Ketiga pemain kelahiran 1987 ini untuk pertama kalinya diturunkan bersamaan sebagai starter sepanjang karier senior mereka di Barcelona. Sebelumnya, Pique dan Fabregas bergantian cedera sehingga trio Messi-Fabregas-Pique, yang kebetulan berada dalam posisi depan-tengah-belakang, tak bisa bermain serentak.

Sebelum pertandingan ini, Messi-Fabregas-Pique baru bermain bersama selama 27 menit. Kerjasama awal mereka terjadi di Piala Super Spanyol. Kala itu, Cesc dimasukkan Pep di menit-menit akhir. Ia pun menjadi salah satu kreator gol ketiga Barcelona yang dicetak Lionel Messi.

Menghadapi Viktoria Plzen, Messi mencetak dua gol. Satu yang terakhir, berkat umpan tumit Gerard Pique. Sementara, Fabregas juga mengoyak gawang lawan dengan tandukannya.

Generasi 87

Tercatat, ketika generasi 87 bermain, Barcelona mencetak 5 gol dalam 117 menit. Pada kurun waktu yang sama, mereka sama sekali tidak terbobol. Kekompakan ketiganya pun semakin menjadi, mengulang prestasi masa junior.

Menarik untuk disimak, apakah ramuan generasi 87 ini akan sukses ketika Blaugrana melawat ke klub sulit, Athletic Bilbao, akhir pekan ini. Barcelona membutuhkan kemenangan untuk tetap menjaga peluang mendekati Real Madrid. Mengingat sang rival cuma bertemu Osasuna di Santiago Bernabeu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda