Scroll to Top

Persija “Baru” Tanpa Bambang Pamungkas?

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 05 Nov 2011

Persija tanpa Bambang Pamungkas? Tidak ada yang bisa membayangkannya. Penyerang timnas Indonesia itu ibarat raja tak tergantikan di Macan Kemayoran. Namun, musim depan hal ini hampir pasti terjadi. Tentu hanya di LPI.

Persija

Konflik intern dalam diri Persija, yang menyebabkan klub terpecah menjadi dua bagian, meninggalkan luka panjang bagi para pemain. Tak terkecuali Bambang.

Persija yang diresmikan oleh PSSI adalah Persija yang berada di bawah PT Pelita Jaya. Persija ini bukanlah Persija yang ditangani Rahmad Darmawan. Melainkan, Persija yang ditangani Jaya Hartono.

Persija yang akan berkompetisi di LPI sebagai liga sah, bukanlah Persija yang memiliki Bambang Pamungkas. Namun, Persija yang di dalamnya ada Emmanuel de Porras. Persija “lama” berlaga di ISL, sedangkan Persija “baru” merumput di Liga Prima Indonesia.

Persija LPI kini tengah berusaha melunakkan suasana. CEO Persija versi LPI, Pintor Gurning menyatakan, pihaknya masih tetap membuka pintu bagi pemain lama Persija. Pintor menegaskan keberadaan Persija (versinya) yang merupakan milik masyarakat DKI Jakarta.

Klaim inilah yang kelak dipastikan akan lebih merobek jantung Jakmania. Ketika pengurus bisa terbelah dan mendirikan klub versi masing-masing, adakah ruang untuk mendengarkan seruan hati suporter setia? Mungkinkah pula Bambang Pamungkas dkk. akan didepak begitu saja dari Persija “resmi” versi PSSI ini?

Konflik intern klub sebesar Persija (yang dipastikan akan diikuti oleh klub-klub lain), adalah citra sepakbola negeri kita saat ini. Seolah semuanya berubah menjadi anak kecil yang ingin merampas semua yang ada di depan mata, entah benda tersebut miliknya atau bukan. PSSI bertengkar dengan klub, stasiun televisi berebut jatah siaran “resmi”, dan waktu kompetisi mendekat seperti ingin menggilas tanpa ampun.

Baru saja PT Liga Indonesia menggulirkan jadwal Inter Island Cup 2011. Bahkan, putaran penyisihan sudah digelar pada 8,9, dan 10 November mendatang. Bandung, Malang, dan Samarinda sudah dipilih sebagai tuan rumah penyisihan tersebut.

PT Liga Indonesia yang menurut PSSI sudah dibubarkan, tampaknya ingin menunjukkan superioritas mereka, mengingat hingga kini PSSI belum melampirkan jadwal IPL secara resmi.

Anak kecil yang ingin merebut mainan temannya, bisa dinasehati oleh ayah dan ibu. Namun, orang dewasa yang bertikai dan berebutan, siapa yang bisa membentak? Semua pihak, pengurus PSSI atau klub, mestinya menyadari. Di balik konflik kepentingan dan uang yang tengah mereka usung, ada para pemain yang butuh gaji dan kepastian.

Tanpa para pemain tersebut, silakan saja pengurus PSSI atau penguasa klub menggelar liga sendiri. Dipastikan penonton takkan lagi melirik liga kita yang sebenarnya berpotensi mengeruk keuntungan luar biasa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda