Scroll to Top

Fabregas Dirayu (Lagi) oleh Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 11 Jun 2011

Ada dua pemain terkenal dari Barcelona Junior yang merasakan panasnya persaingan Premier League. Yang pertama, Gerard Pique. Bek tangguh kekasih Shakira ini pernah memperkuat Manchester United sebelum akhirnya kembali ke Blaugrana pada musim 2009/1010. Nama berikutnya yang tidak asing lagi adalah Cesc Fabregas.

Ya, Fabregas diambil Arsene Wenger dari Barcelona B beberapa tahun lalu. Di Arsenal, Fabregas disepuh menjadi salah satu gelandang terhandal di Premier League. Berkat peran Fabregas pula Arsenal menjadi salah satu tim yang senantiasa dijagokan akan bersaing memperebutkan gelar juara bersama anggota The Big Four lainnya (Manchester United, Liverpool, dan Chelsea).

Namun, bukan berarti Barcelona melepaskan kepergian Fabregas begitu saja. Setiap datang musim panas, selalu muncul isu bahwa Azulgrana ingin mengembalikan Fabregas ke Camp Nou. Musim lalu, dalam perayaan kemenangan Spanyol di pentas Piala Dunia 2010, Carles Puyol dibantu Jose Manuel Reina, memasangkan seragam Barcelona pada Fabregas. Kejadian ini memancing isu bahwa Fabregas akan segera kembali ke klub masa kecilnya tersebut.

Musim depan keadaannya sama saja. Arsenal memang masih berlaga di Liga Champions. Namun, kini semua orang bahkan seolah meremehkan keadaan The Gunners. Sudah tujuh tahun mereka puasa gelar. Jika mereka gagal lagi musim 2011/2012, bukan tidak mungkin Arsenal cuma dianggap sebagai tim “biasa”. Mungkin saja Arsenal bermain cantik, tapi tanpa gelar, permainan seindah apa pun malah seperti omong kosong dalam sepakbola modern.

Apalagi para pemain Arsenal mulai melepaskan diri. Ada Samir Nasri yang mempertimbangkan bergabung ke Manchester United untuk bertemu sesama rekan Prancis, Patrice Evra. Niklas Brendtner yang selama ini menjadi super sub juga memutuskan untuk mencari klub baru.

Pergi ke Barcelona jelas menjadi pilihan paling mungkin bagi Fabregas. Ia dipastikan akan mendapatkan jatah sebagai starter. Mengingat Xavi sudah memasuki usia 30 tahun, Fabregas (bersama Iniesta) akan menjadi suksesornya.

Kembali ke Barcelona juga mendapatkan jaminan gelar. Pelatih Josep Guardiola yang memenangkan tiga gelar La Liga dari tiga musim jelas menunjukkan kualitas seperti apa yang dimiliki Barcelona; yang mungkin tidak bisa dihadang oleh Real Madrid sekalipun.

Di tingkat Eropa, Barcelona memenangkan dua gelar Liga Champions dari tiga musim terakhir. Kegagalan mereka pada musim 2009/2010 lebih karena faktor kelelahan dan strategi ultradefensif Internazionale Milan.

Jadi, dengan sederet harapan itu, semestinya Fabregas tidak bisa berpaling lagi.

Komentar Anda