Scroll to Top

10 Pemain Sepakbola Muslim di Klub Elite Eropa (Bagian 1)

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 11 Jun 2011

Berada di wilayah yang membuat seseorang menjadi minoritas, meskipun dijamin kebebasan beragamanya, tetap saja bukan perkara mudah. Demikian pula para pesepakbola muslim yang berkelana di Eropa. Mereka mesti berhadapan dengan ini dan itu. Namun, setidaknya ada 10 pemain bintang di klub elite Eropa beragama muslim yang menunjukkan kehebatan mereka. Tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan Eropa atau “memamerkan” Islam berlebihan. Diharapkan, dengan membaca tulisan ini, kita mengetahui perjuangan seseorang yang berasal dari kaum “minoritas” dan meraih sukses.

 

1. Karim Benzema

Striker Prancis dan Real Madrid ini dibesarkan di Olympique Lyonnais. Di Liga Prancis (Ligue 1) Benzema menjadi pencetak gol reguler untuk Lyon. Ia juga menjadikan Lyon sebagai salah satu tim yang “berarti” di Liga Champions.

Kepindahan Benzema ke Real Madrid sebenarnya tidak sepenuhnya didukung para penggemarnya. Maklum, di klub bertabur bintang ini, Benzema mesti bersaing dengan Gonzalo Higuain dan Cristiano Ronaldo (yang bisa ditarik sebagai penyerang murni). Ancaman semakin kuat ketika Madrid meminjam Emanuel Adebayo dari Manchester City.

Meskipun tidak sering menjadi starter di bawah asuhan Mourinho, Benzema selalu memberikan yang terbaik baik ketika masuk dalam starting XI atau datang dari bangku cadangan.

Benzema sering terlihat berdoa sebelum bertanding.

 

2. Mesut Oezil

Oezil adalah pemain keturunan Turki di timnas Jerman (bersama Sami Khedira yang sama-sama Islam pula). Namanya menjulang setelah penampilan memukau Oezil selama Piala Dunia 2010. Alhasil, pemain yang sebelumnya memperkuat Werder Bremen ini diboyong Real Madrid.

Di Los Merengues, persaingan menembus skuad utama jelas luar biasa. Oezil mesti bertarung dengan Kaka yang pernah menjadi pemain terbaik dunia. Nyatanya, Oezil berhasil mendapatkan kepercayan penuh dari pelatih Jose Mourinho untuk lebih banyak menjadi starter.

Kemampuan Oezil membaca permainan, membagi bola, umpan-umpan terukur, dan shootingnya yang terarah membuatnya menjadi playmaker komplet. Ia digadang-gadang akan lebih baik daripada para pendahulunya di Jerman seperti Steffen Effenberg atau Moeller.

Satu kebiasaan unik Oezil adalah senantiasa mengaji (membaca beberapa ayat) sebelum pertandingan berlangsung. Bagi Oezil, mengaji memberikannya pencerahan dan spirit tambahan sebelum tampil. Rekan-rekan Oezil sendiri baik di Jerman maupun Real Madrid, memahami bahwa pada saat ia mengaji, tidak ada satu pun yang boleh mengajak Oezil berbicara.

 

3. Samir Nasri

Gelandang yang tengah menjajaki tawaran Manchester United ini adalah salah satu dari sekian pemain Prancis yang beragama Islam (selain Karim Benzema, Eric Abidal, dan Nicolas Anelka). Kariernya di Arsenal sangat mengilap musim ini. Bahkan, kala Arsenal tampil buruk, Nasri (bersama Jack Wilshere) terpilih untuk masuk ke dalam Premier League XI, kumpulan pemain terbaik Liga Inggris sepanjang musim.

Samir Nasri terbiasa untuk membaca surat Al-Fatihah sebelum pertandingan. Hal ini dilakukannya baik di tingkat klub bersama Arsenal atau ketika berada di timnas Prancis. Namun, untuk puasa Ramadhan, Nasri tidak berani melakukannya. Mengingat jadwal Premier League yang padat plus puasa yang jatuh pada musim panas, Nasri memilih untuk tidak melaksanakan rukun Islam yang wajib bagi umat Islam yang mampu melakukannya ini.

 

4. Eric Abidal

Abidal memiliki prestasi mengilap di Barcelona dan timnas Prancis. Ia baru saja mengantarkan Barcelona menjadi juara Liga Champions musim ini. Bahkan, justru Abidal yang mendapatkan kesempatan pertama mengangkat trofi Liga Champions; mengungguli sang kapten sebenarnya, Carles Puyol.

Perjuangan Abidal melawan tumor hatilah yang membuatnya mendapatkan kehormatan ini. Seperti yang diketahui publik, bulan Maret lalu Abidal didiagnosis memiliki tumor di hatinya. Kabar ini sempat mengguncang kubu Barcelona yang memasuki tahap akhir Liga. Pada hari-hari setelah operasi Abidal, dukungan terus mengalir untuknya. Tidak hanya dari Cules, pendukung Barcelona, tetapi juga dari Real Madrid, seteru abadi Barcelona.

Bagi Abidal, memeluk Islam yang menekankan pentingnya kepasrahan dalam menjalani hidup, membuatnya tenang. Tidak ada masalah yang tidak bisa dihadapi. Demikian pula ketika ia mesti menjalani operasi demi mengangkat tumor hati.

 

 

5. Frederick Kanoute

Striker gaek Sevilla ini adalah salah satu pencetak gol tersubur di La Liga dalam beberapa musim terakhir. Pria kebangsaan Mali ini sebelumnya juga tercatat sebagai goleader terbaik di Wet Ham.

Salah satu aksi Kanoute yang mengundang kontroversi adalah ketika ia merayakan gol saat menghadapi Deportivo La Coruna di Copa del Rey. Kala itu Kanoute menunjukkan kaus dalam yang menampilkan nama Palestina dalam berbagai sistem abjad di dunia. Kanoute juga menyampaikan pesan dukungan terhadap Palestina. Saat itu, Israel tengah menginvasi tanah Palestina.

Kontan, aksi ini dianggap sebagai pelanggaran. Kanoute dihukum denda. Dalam aturan FIFA, memang dijelaskan bahwa seorang pemain tidak boleh menampilkan pesan-pesan politik atau religius yang melukai pihak lain dalam bentuk apa pun.

Reaksi yang bermunculan pun beragam. Ada yang menganggap tindakan Kanoute berlebihan. Ada pula yang berkata, ini adalah bentuk diskriminasi Barat terhadap Islam.

 

Komentar Anda