Scroll to Top

Persisam 1-0 Persiba: Petasan Mewarnai Laga Pembuka Inter Island 2011

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 08 Nov 2011

Inter Island Cup 2011 dimulai. Satu peserta menghilang. Dalam Grup A yang berisi klub-klub Kalimantan, Mitra Kukar lenyap. Klub yang baru saja mendapatkan Marcus Bent ini memilih tak mengikuti ajang “pameran” PT Liga Indonesia menjelang Liga Super Indonesia.

Inter Island Cup 2011

Pernyataan resmi klub, Mitra Kukar tak bermain karena banyak pemain pilar cedera. Namun, pernyataan tak resmi lebih banyak “berbicara”. Bukan tidak mungkin, Mitra Kukar tak mau berkonflik dengan PSSI.

Setelah mendapatkan “bonus” pemberitaan yang wah menjelang Indonesian Premier League, rasanya tak etik memang jika Mitra Kukar mencicipi turnamen pra musim yang mempertemukan klub-klub yang menolak kompetisi resmi.

Tanpa sang saudara, Persisam dan Persiba tidak lagi bermain dengan sistem mirip Trofeo TIM. Kedua klub ini tampil full 90 menit untuk menentukan juara Grup A.

Persiba tampil dengan duet Kenji Adachihara-Aldo Baretto di lini depan. Kenji yang musim lalu “merasakan derita” ketika bergabung dengan Bontang FC, langsung tampil menjanjikan. Persiba lebih banyak menghasilkan peluang, namun tim dari Samarinda yang sukses mencetak gol. Akbar Rasyid menembakkan bola ke sudut kiri gawang Persiba. 1-0 di menit 21.

Tertinggal, Persiba mesti menerima kesialan terus mengalir. Aldo Baretto bisa dianggap sebagai tertuduh ketika membuang peluang emas di depan gawang.

Daniel Roekito kemudian menambah kekuatan lini tengah dengan memasukkan pemain naturalisasi, Ronald Fagundez. Plus, mencopot penyerang Johan Yoga.

Fagundez sempat mencuri perhatian ketika beberapa saat sebelum masuk, sudah menyodorkan umpan matang kepada Jerry Karpeh. Namun, bola melesat tipis dari gawang Ahmadi, kiper Persiba. Kedudukan tidak berubah hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua, permainan mulai mengendur. Persiba yang mesti mengejar ketertinggalan justru tak terlalu menunjukkan gereget seperti babak pertama. Sebaliknya, 45 menit kedua ini justru dihiasi dengan insiden petasan di menit 78.

Ada komentar, jika ingin melihat kompetisi ketat dengan pemain bintang, pilihlah ISL. Namun, jika ingin melihat profesionalitas dan ketertiban penonton, beralihlah pada IPL. Tanpa bermaksud mendukung salah satu dari keduanya, hal ini ternyata berlaku di Inter Island Cup 2011 yang notabene menjadi turnamen pramusim PT Liga Indonesia, penyelenggara ISL musim depan.

Barangkali tak semua suporter Indonesia mengerti tentang aturan petasan. Ketika ada ancaman FIFA dan AFC untuk tegas menghukum pihak yang masih mengizinkan petasan meletus di stadion, sepertinya ini dianggap angin lalu. Toh, mereka bisa berkilah, yang menyala bukanlah petasan, melainkan kembang api.

Pertandingan sempat terhenti beberapa saat. Ketika keadaan tenang, kedua klub sudah tidak lagi berniat bermain kecuali menghabiskan waktu. Demikian pula ketika wasit kembali mengambil bola menyusul asap petasan yang memenuhi stadion untuk kedua kalinya.

Pelatih Persiba, Haryadi, pun tak kalah tegas mengomentasi insiden petasan ini.  “Persisam lawan yang bagus. (Mereka) bisa melihat kelemahan-kelemahan tim kita. Untuk insiden (petasan) semoga tidak ada lagi ke depan.”

Apa boleh buat, seolah ini ciri khas ISL. Plus, membuat Persisam lolos ke babak empat besar yang bergulir pada 24 November 2011 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda