Scroll to Top

Barcelona Era Guardiola: Tak Pernah Dipermalukan Tim Gurem di Babak 32 Besar Copa del Rey

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 09 Nov 2011

Gara-gara pertandingan internasional, Barcelona hanya menyisakan 13 pemain inti. 7 pemain mereka, mulai dari Lionel Messi hingga Isaac Cuenca, pergi membawa bendera negara masing-masing.

Barcelona Copa del Rey

Keadaan ini memaksa Pep Guardiola mempekerjakan lima pemain Barcelona B. Mereka adalah penyerang Gerard Deulofeu, gelandang Jonathan dos Santos, Rafinha,  Cristian Tello, dan Sergi Roberto.

Dengan pemain “campuran” ini, Barcelona akan menghadapi L’Hospitalet, tetangga sebelah yang lebih suka berdiam diri di divisi bawah. Barcelona sendiri, tidak perlu khawatir terlalu banyak dengan pemain muda mereka.

Tercatat, selama era Josep Guardiola, Barcelona belum sekali pun tersisih di babak-babak awal Copa del Rey. Apalagi menghadapi klub dengan level dua atau tiga tingkat di bawah mereka.

Pada musim 2008/2009, Barcelona memulai Copa del Rey dengan menghadapi Benidorm, klub dari Segunda Division B. El Barca cukup dibuat kerepotan mencetak gol kala itu. Bertandang ke kandang Benidorm, Guillermo Amor, Barcelona menang tipis lewat gol Bojan Krkic pada menit 55.

Ketika berlaga di Camp Nou, kesulitan seolah tetap mengalir. Barcelona cuma menang tipis 1-0 melalui gol tunggal Lionel Messi di menit 86.

Hasil “mengecewakan” itu membawa Barcelona lolos ke final dan menjuarai Copa del Rey musim tersebut. Sekaligus, melengkapi raihan semua gelar.

Musim berikutnya, Barcelona menghadapi Cultura Leonesa, klub yang statusnya sama dengan Benidorm. Kali ini, pencapaian jauh lebih baik. Barcelona unggul agregat 7-0. Mereka menaklukkan Leonesa dalam laga tandang 0-2. Kemudian, membantai klub tersebut di Camp Nou 5-0.

Sialnya, langkah Barcelona justru tidak mulus. Mereka kalah agresivitas mencetak gol tandang saat menghadapi Sevilla. Kalah 1-2 di Camp Nou, Barcelona cuma menang tipis 0-1 di Ramon Sanchez Pijzuan.

Musim 2010/2011, Blaugrana menghadapi Ceuta. Lagi-lagi, Barcelona lolos dengan margin besar, 7-1. Unggul 0-2 di Alfonso Murube, Azulgrana menang 5-1 di kandang.

Hasilnya, meskipun lolos ke final, Barcelona ditikam Real Madrid melalui gol Cristiano Ronaldo.

Awal yang tidak lancar, menghasilkan gelar Copa del Rey. Awal yang luar biasa mulus dalam dua musim terakhir, justru membuat Barcelona kehilangan peluang menyapu semua gelar. Nah, apakah pola yang sama dengan L’Hospitalet bisa menentukan seperti apa nasib Barcelona di Piala Raja musim ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda