Scroll to Top

65% Pemain Timnas Berasal dari Klub-Klub Indonesian Super League

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 09 Nov 2011

Tengoklah timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk menghadapi Qatar. Tanpa menghitung pemain yang cedera dan tidak dibawa ke Doha, ada 26 pemain yang masuk ke skuad Garuda. Dari jumlah tersebut, 17 di antaranya kelak bisa jadi akan bermain di Indonesian Super League.

Timnas Indonesia

Ada yang aneh? Ya, bagaimana jika PSSI diwajibkan untuk menghentikan standard ganda mereka?

Kita tentu masih ingat kisah Irfan Bachdim yang menjadi pesakitan kala timnas dipegang oleh Alfred Riedl. Irfan yang musim depan akan bergabung ke Persija versi IPL, saat itu tidak dipanggil. Riedl beralasan, Irfan bermain di liga yang tidak diakui oleh PSSI. Ya, Irfan pada awal 2011 berkostum Persema dan berlaga untuk Liga Primer Indonesia yang kini terhenti (begitu saja).

Taruhlah ISL dan IPL kemudian saling bersaing untuk menjadi kompetisi terbaik musim depan. Kalau tidak terjadi eksodus pemain besar-besaran, pelatih timnas, Wim Rijsbergen bisa kelabakan. Catatannya, jika PSSI tetap bersikap tegas menolak pemain dari liga “ilegal”.

Cristian Gonzales PersisamDi depan, ada Christian Gonzales. El Loco musim depan akan berkostum Persisam Samarinda. Tim ini sejak awal ngotot menolak Indonesian Premier League.

Barangkali karena petingginya mendapatkan posisi menggiurkan sebagai salah satu kunci penting di ISL.

Bambang Pamungkas pun demikian. Bambang sangat mungkin tetap bertahan di Persija “lama” yang tak dianggap oleh PSSI. Mungkinkah kapten timnas ini dicoret karena perbedaan pandangan politik PSSI dengan pengurus klub?

Masih di lini depan, ada Boaz Sollosa yang bermain di Persipura. Plus, pemain naturalisasi baru, Greg Nwokolo yang memperkuat Pelita Jaya. Kalau mereka semua tidak terlibat, PSSI mesti mementaskan Irfan Bachdim (Persema/Persija), Andik Vermansyah (Persebaya 1927) dan Ferdinand Sinaga (Semen Padang). Mengingat, Yongki Aribowo saja berseragam Persisam. Kemudian, Titus Bonai milik Persipura dan Pattrich Wanggai pemain Persidafon.

Itu baru deretan depan. Bagaimana dengan nama-nama ini? Firman Utina, Mahyadi Panggabean, Ferry Rotinsulu, Supardi Nasir, dan Muhammad Ridwan (Sriwijaya FC), Muhammad Roby (Persisam), Ricardo Salampessy (Persipura), (Sriwijaya F.C.), atau Victor Igbonefo (Pelita Jaya)?

Bisa dikatakan, habislah Indonesia jika para pemain yang merumput di ISL tidak disertakan. Sebaliknya, memaksakan para pemain tersebut berseragam Garuda, membuat PSSI akan kehilangan muka. PT Liga Indonesia dan para sekutunya tinggal berkata, toh pemain mereka dipakai PSSI. Artinya, secara tidak langsung, PSSI mengakui keberadaan ISL?

Sekali lagi, buah simalakama dihadapi Djohar Arifin di awal masa “pemerintahannya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda