Scroll to Top

Remaja di Facebook Cenderung Ramah Pada Orang Lain

By Ivan Azzam / Published on Wednesday, 09 Nov 2011

Sebuah survei menarik mengenai Facebook dilakukan, lebih tepatnya mengenai perilaku remaja di Facebook. Survei tersebut mengatakan bahwa kebanyakan remaja mendapat pengalaman positif dari menggunakan Facebook. Apa alasannya? Karena dari kegiatan online mereka di Facebook, mereka bisa percaya pada diri mereka dan menjadi lebih dekat dengan seseorang, meski itu semua di dunia maya. 93 remaja pengguna jejaring sosial pasti memiliki akun Facebook.

Survey about Facebook

Namun ternyata tidak itu saja, masih ada perilaku negatif yang dilakukan remaja pengguna Facebook tersebut dan angkanya cukup memadai, dikutip dari pelaku survei Teens, Kindness, and Cruelty on Social Network Sites.

Hasil studi survei tersebut adalah:

  • 22 persen remaja memiliki pengalaman memutuskan hubungan dengan seseorang secara online
  • 25 persen remaja tersebut memiliki pengalaman berdebat tatap muka atau konfrontasi setelah sebelumnya melakukannya di Facebook
  • 13 persen remaja merasa gugup untuk pergi kesekolah esok harinya, serta ada masalah yang dialami dengan orangtua
  • 8 persen remaja bertengkar karena ada suatu hal yang membuat mereka begitu di Facebook.

Inti survei tersebut adalah, membuktikan bahwa Facebook bisa menjadi situs yang mempererat pertemanan atau awal mula dari pertengkaran antar teman. Namun untungnya, hasil survei menunjukkan bahwa jumlah remaja di Facebook yang bersikap ramah pada orang lain lebih besar dibanding yang bersikap kasar.

Lalu dimana posisi orangtua? Tentu orangtua bertindak sebagai pengontrol, survei tersebut mengatakan 77 persen orangtua memeriksa situs apa saja yang dikunjungi, dan dua pertiganya mencari data apa saja yang dicari anak mereka.

Dari sisi anak, enam dari sepuluh anak remaja tersebut tahu barhwa orangtua mereka mengecek profil jejaring sosial mereka, termasuk Facebook dan 41 persen berteman dengan anak mereka sendiri.

Dari hal tersebut diketahui, remaja yang memiliki hubungan dengan orangtua mereka di jejaring sosial Facebook lebih disukai daripada yang tidak, karena yang tidak umumnya menandakan bahwa mereka memiliki masalah dengan orangtua mereka. Bagaimana? Apakah anda selaku remaja termasuk yang pertama atau yang kedua? (via Ars Technica)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda