Scroll to Top

Kanker Neuroblastoma Adalah Jenis Tumor Ganas yang Banyak Dialami Balita

By C Novita / Published on Friday, 14 Nov 2014

kanker neuroblastoma

Kanker neuroblastoma adalah kanker yang diderita oleh gadis kecil Ashira Shalva, yang saat ini sudah kembali ke pangkuan Tuhan di usianya yang masih 2,4 tahun. Nama Ashira beberapa hari ini memang terangkat di media sosial karena kondisi kesehatannya yang makin menurun, serta adanya penggalangan dana untuk membantu pengobatannya di Guangzhou Modern Cancer Hospital.

Jenis kanker yang diderita oleh Ashira, yakni kanker neuroblastoma, merupakan tumor ganas yang pertumbuhannya cepat dan sering dijumpai pada anak-anak balita. Pertumbuhannya membuat berbagai organ di dalam tubuh balita terdesak.

Pada kasus Ashira, gadis kecil itu pertama kali mengeluhkan sakit perut yang diiringi dengan kondisi perut mengeras saat diraba. Setelah menjalani pemeriksaan dengan x-ray dan berbagai jenis pemeriksaan lainnya, maka diagnosa dokter menyatakan Ashira menderita kanker neuroblastoma.

Ini adalah jenis tumor yang paling kerap dialami oleh anak balita, dan umum ditemukan di sekitar kelenjar adrenal. Munculnya tak selalu di perut, melainkan bisa di beberapa bagian tubuh lainnya.

Namun jika tumbuh di perut salah satu cara deteksinya adalah dengan meraba terjadinya pengerasan. Di perut tumor akan berbentuk massa dan menimbulkan rasa nyeri pada tulang jika telah menyebar. Tumor ini dapat memicu kelumpuhan jika tumbuh di daerah tulang belakang.

Jika menyebar tanpa ketahuan lebih dulu, terkadang ia pun dapat mematahkan tulang tanpa sebab.

Penyebab kanker neuroblastoma pada anak hingga kini masih belum pasti diketahui, sehingga tidak dapat dicegah. Namun untuk mendeteksinya lebih dini, orang tua dan pihak medis perlu waspada dengan keluhan sakit yang tak biasa. Apalagi anak balita sulit menceritakan kondisi sakit yang sedang mereka rasakan.

Deteksi dini dapat memberi peluang kesembuhan lebih besar, misalnya di Amerika yang angka harapan hidup pasien kanker neuroblastomanya mencapai 87 persen untuk usia pasien di bawah 1 tahun.

Komentar Anda